"Pilihan satu-satunya adalah memintamu pada sang pencipta."
______________
Kinara berjalan cepat saat merasa ada Fateh di belakang nya. Niatnya ingin lari, namun langkah nya terhenti saat di depan ada Fathan dan Rendy berjalan berlawanan arah dengan nya.
Akhirnya Kinara berbelok. Entah kemana tujuan nya, yang pasti dia terhindar dulu dari Fateh dan Fathan.
Sesampainya di taman sekolah, Kinara mengatur napas nya yang tersenggal-senggal akibat berjalan cepat.
Sayang, usaha Kinara sia-sia. Karena sekarang Fateh berdiri tepat di depannya.
Kinara memejamkan matanya. Sudah lelah lari, eh ketemu juga.
"Kenapa menghindar hm?" Fateh bertanya seraya menatap Kinara sepenuhnya.
Sedangkan Kinara sedang menetralisir rasa gugup nya sekarang. Mengulum bibir lalu menggerakkan bola matanya ingin mencari alasan.
"Nara," panggil Fateh lembut. Kinara mendongak agar dapat melihat wajah Fateh.
"Jika kamu tidak nyaman saya minta maaf," ucap Fateh tulus, "tapi maaf. Saya tidak bisa berhenti meminta kamu pada Tuhan."
Kinara terdiam kaku. Jantung nya berpacu lebih cepat dari biasanya. Perkataan Fateh membuat wajah nya memerah. Bukan karena baper, tapi sedikit marah. Fateh terkesan seperti memaksa.
"Maaf Fateh. Kenapa kamu seperti memaksa?" tanya Kinara.
"Iya, saya sadar. Tapi Nara, saya tidak punya pilihan lain. Hanya itu yang bisa saya lakukan."
Kinara menatap Fateh lekat, "lakukan apa yang ingin kamu lakukan, itu hak kamu Fateh. Tapi ingat. Jangan terlalu berharap pada manusia," jelas Kinara kemudian pergi meninggalkan Fateh di taman seorang diri.
Kinara kembali berjalan cepat. Hatinya merasa gelisah, salahkan dirinya berkata seperti itu? Apakah perkataan nya menyakiti hati Fateh?
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Menghindar. Sekuat apapun menghindar jika di takdirkan bertemu, apa boleh buat.
Sudah lepas dari Fateh, kini Kinara malah bertemu dengan Fathan di halte. Kinara berusaha tidak peduli, toh Fathan juga diam saja.
Duduk di halte, bis terasa amat lama jika di tunggu. Kinara ingin cepat pulang. Rasanya tidak nyaman duduk bersama Fathan.
Memang tidak terlalu dekat. Tapi tetap saja, Kinara sendiri merasa heran, biasanya Fathan membawa motor. Tapi kini Fathan malah duduk di halte menunggu bis.
Rumah Fathan memang searah dengan Kinara.
Tak lama bis pun datang. Kinara masuk kedalam bis bersama Fathan, untung nya mereka tidak satu bangku.
Kinara di depan sedangkan Fathan di belakang. Sedari tadi sebenarnya Fathan memperhatikan Kinara. Fathan tahu Kinara sedang menghindar darinya, maka dari itu Fathan tidak berani menyapa. Ia acuh seakan tidak mengenal.
Tak lama Fathan pun turun dari bis. Kinara melihat Fathan lewat jendela, merasa aneh. Rumah Fathan masih jauh. Kenapa Fathan turun disana.
Merasa ada hal yang aneh. Kinara pun ikut turun tak jauh dari turun nya Fathan tadi, Kinara bergegas mencari Fathan. Di sekeliling nya banyak bangunan-bangunan kosong dan tidak layak pakai.
Kinara berjalan pelan, di ujung jalan terlihat Fathan menghampiri seseorang yang memakai helm full face dan masker.
Kinara sama sekali tidak bisa melihat siapa orang yang bersama Fathan. Dan ternyata terjawab sudah kenapa Fathan tidak membawa motornya.
Motornya ada di genggaman laki-laki yang memakai helm tersebut. Kinara berjongkok. Bersembunyi di balik tembok.
Tak lam Kinara melihat perkelahian antara Fathan dan laki-laki bermasker tersebut.
Takut terjadi apa-apa dengan Fathan. Akhirnya Kinara memutar otak untuk membantu Fathan. Perkelahian berlangsung lama namun Kinara masih belum mendapat ide untuk membantu Fathan.
Ternyata Kinara tidak perlu membantu Fathan karena Fathan yang memenangkan perkelahian tersebut. Fathan berniat membuka masker laki-laki yang sudah tergeletak tak bernyawa. Namun sayang, laki-laki tersebut bisa menepis dan menghindar kemudian berlari.
Fathan sepertinya tidak ada niat untuk mengejar laki-laki tersebut. Menaiki motor kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ini kedua kalinya Kinara melihat Fathan bertengkar, sebenar nya ada apa dengan Fathan? Jika motornya di curi kenapa tidak lapor polisi.
Kinara terdiam beberapa saat kemudian beranjak pergi dari tempat tersebut.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Maaf nggak bisa double up hari ini karena sedikit buntu😁
Salam peluk online😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Ukhti [END]
Roman pour AdolescentsMuhamad Fateh Fazal, saudara kembar Muhammad Fathan Fazal. Meski kembar mereka memiliki sifat yang bertolak belakang. Fathan lebih kalem dan pendiam sedangkan Fateh lebih pecicilan dan ekspresif. Suatu ketika, Fateh bertemu dengan seorang wanita ber...
![Hi Ukhti [END]](https://img.wattpad.com/cover/241753397-64-k48982.jpg)