part 05 -tertuju pada hati yang sama

293 20 0
                                        


❤05 tertuju pada hati yang sama❤


"Jaga hati. bukan untuk saya, tapi untuk suami kamu kelak. dan akan saya pastikan itu adalah saya"

-muhammad Fateh Fazal-

"Kalau jodoh nggak akan ketuker"

-muhammad Fathan Fazal-

❤❤❤❤

"Assalamualaikum ukhti."

Langkah kaki Kinara tiba-tiba terhenti saat Fateh dengan tiba-tibanya berdiri di hadapan Kinara di lorong sekolah.

"Kok nggak di bales salam nya," Fateh berbicara sambil satu tangan nya masuk kedalam kantong celana sekolah Albina.

"Waalaikumsalam," jawab Kinara gugup, bagaimana tidak gugup jika Kinara di tatap intens oleh Fateh dengan senyuman manis di wajah tampan nya.

"Kok waalaikumsalam," Fateh menarik turun kan alis nya tanpa melunturkan senyuman yang mampu membuat kaum hawa menjerit tertahan.

Raut wajah Kinara lempeng merasa tidak mengerti dengan yang di bicarakan Fateh.

"Harusnya," ucapan Fateh menggantung lalu menirukan gaya berdiri Kinara.

Fateh merapatkan kakinya lalu memangku tangan nya kemudian menarik napas panjang, membuangnya secara perlahan.

"Waalaikumsalam calon imam," ucap Fateh tersenyum tampan.

"Harusnya gitu," Fateh kembali berdiri pada posisi awal.

Kinara merasa malas meladeni Fateh, Kinara yakin Fateh ini tipe laki-laki BUAYA. tolong tegaskan itu, wahai ukhti di luar sana tolong jangan terlalu percaya pada laki-laki seperti Fateh.

Kinara berjalan meninggal kan Fateh, tujuan nya saat ini adalah ruang osis.

Fateh mengikuti Kinara dan berjalan di samping Kinara.

"Sendiri aja jalan nya,"

Kinara tak menggubris, dia terus berjalan dalam hati Kinara berdoa agar cepat-cepat sampai ke ruangan osis dan terbebas dari Fateh.

Fateh kembali menghadang langkah Kinara saat beberapa meter lagi Kinara sampai di ruang osis.

Kinara menghentikan langkah nya secara mendadak lalu beristigfar, hampir saja dirinya menubruk dada bidang Fateh.

"Maaf saya nggak bisa nemenin kamu jalan sekarang," ujar Fateh, raut wajah nya menunjukan kesedihan.

"Tapi nanti kalau kamu jadi istri saya, akan saya pastikan tangan kamu tergenggam dengan erat," tambah nya tersenyum tampan.

"Saya duluan ya, inget. jaga hati. bukan untuk saya, tapi untuk suami kamu kelak."

"Dan akan saya pastikan itu adalah saya."

Setelah mengucapkan kata yang panjang bin lebar Fateh berlalu dari hadapan Kinara dengan wajah cengo nya.

Fateh meninggalkan Kinara dengan perasaan senang, Fateh juga sempat melihat raut wajah Kinara yang menggemaskan menurut nya.

Ingin sekali Fateh mencubit pipi Kinara, namun Fateh tahu batasan.

❤❤❤

Ruang osis mendadak hening, semua anggota osis mengerjakan tugas nya masing-masing, termasuk Kinara dan Fathan.

Fathan adalah ketua osis sedangkan Kinara sekertaris osis.

Hi Ukhti [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang