End

229K 10.9K 973
                                        

❃ Happy Reading! ❃

Hari telah berlalu, kini hari ke 3 Abel masih singgah di jakarta setelah kelulusannya dan Abel kini tengah sarapan dengan keluarga tak lupa suaminya.

Setelah mengantar suami, Abang serta Papanya ke depan pintu untuk berangkat bekerja Abel segera membantu Mamanya yang sedang membereskan meja makan. Lalu setelah itu Abel membersihkan diri bersiap untuk me time.

Saat selesai Abel segera menuruni tangga dengan berhati-hati, sampai hari ini belum ada yang curiga tentang dirinya. Bahkan membicarakan tentang buah hati saja tidak, mungkin mereka hanya berpikir Abel masih terlalu dini.

Abel memakai sweater oversize di padukan dengan rok dan kerudung pashmina, Mama Ayu yang melihat Abel telah rapih menatap penuh tanya Abel.

"Mau keluar ka?" Tanya Ayu.

"Iya Mah Kaka keluar ya." ucap Abel.

"Udah izin ko." Lanjutnya, Ayu mengangguk.

"Yaudah hati-hati, pulangnya juga jangan malem-malem." Ucap Ayu.

"Iya Assalamualaikum." ujar Abel segera menyalimi Ayu dan berlalu darisana.

"Waalaikumsalam." Jawab Ayu.

Abel mengendarai mobil membelah jalanan yang terlihat agak renggang, Abel menuju rumah sakit untuk mengecek kandungannya, Abel memarkirkan mobilnya terlebih dulu lalu berjalan ke tempat pengecekan kandungan.

Abel menunggu beberapa saat sambil memerhatikan sekitar, bahkan ada ibu-ibu yang perutnya terlihat sangat besar. Abel jadi merasa was-was melihat perut yang seperti ingin jatuh.

Setelah namanya di panggil Abel memasuki salah satu ruangan,

"Dengan pasien Rabelline?" Tanya Dokter wanita itu,

"Iya dok," Jawab Abel.

"Ada gejala apa yang ibu rasa? Eh sepertinya masih sangat muda Kakanya." Ucap Dokter itu ramah. Abel tersenyum menanggapi.

"Aku lebih sering ngerasa mau makan yang di larang suami atau tiba-tiba mood berubah-ubah saja dok." Jawab Abel. Dokter mengangguk paham sambil memeriksa Abel yang telah berbaring.

"Kalau itu memang umum terjadi saat masa kehamilan Kak, Kakak juga harus bisa kontrol emosional agar tetap stabil karena perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil lah yang memicu tekanan darah menjadi lebih tinggi." Jelas Dokter itu.

"Kalo gak bisa ngontrol gimana dok?" Tanya Abel.

"Bisa saja terkena preeklampsia." Jawab Dokter.

"Ibu hamil memang rentan terkena darah tinggi atau preeklampsia, bahkan jika sebelumnya ia tidak memiliki riwayat darah tinggi sekalipun. Menurut penelitian ahli kesehatan, perempuan yang hamil di bawah umur 20 tahun kecenderungan terkena preeklampsia jauh lebih tinggi dibanding perempuan yang hamil di usia ideal 21-35 tahun." Jelas Dokter panjang lebar. Abel terdiam mendengarnya.

"Tapi Kakak tak perlu khawatir, cukup menjaga pola hidup dan makan makanan sehat itu sudah cukup. Tak lupa untuk kontrol emosinya ya." Lanjut Dokter saat tau apa yang di khawatirkan oleh remaja di depannya.

Dokter memeriksa janin Abel dengan Usg, Abel sangat terharu melihatnya dia masih tak menyangka sudah di beri kepercayaan secepat ini.

"Kondisi janin sehat-sehat saja ka, nanti saya tuliskan vitamin dan buku panduan tentang kehamilan ya." Ucap Dokter.

I Love Gus Cuek! [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang