Moto hidupnya adalah main serius, belajar juga serius. Satu lagi, ngejar tuan putri juga serius.
Bagi Avraam, Greesa Lavanya Adhitama adalah sosok tuan putri yang cantik dan baik hati. Sedangkan dirinya adalah seorang kesatria yang harus selalu ber...
Halo~ Terima kasih untuk kalian yang terus membaca cerita Avraam~
Jika suka, silakan Vote, Komen dan Share~
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Avraam sedang berbaring di kasur yang ada di UKS. Pak Kus melarangnya ikut jam pelajarannya, sebelum itu beliau memijat dan membalur bahunya dengan minyak angin. Sekarang tubuh dan seragam olahraganya beraroma minyak angin. Tetapi, kondisinya sekarang lebih baik, bahunya tidak terlalu sakit seperti tadi.
Sudah dua tahun dia diajar oleh Pak Kus, sekarang masuk tahun ketiga. Selain itu, dia juga termasuk murid yang aktif dalam olahraga dan pernah beberapa kali ikut turnamen futsal antar sekolah. Karena itu hubungan mereka sangat baik.
Saat memijit bahunya, Pak Kus mengatakan padanya untuk tidak terlalu sering ikut kegiatan malam bersama teman-temannya, apalagi berkelahi dan balapan. Beliau berkata dia, harus menyayangi tubuhnya, dan memikirkan perasaan orang-orang terdekat jika terjadi sesuatu padanya. Saat itu Avraam hanya terkekeh, karena dia tidak tau harus menjawab seperti apa.
Sudah menjadi rahasia umum kalau dia tergabung dengan geng motor. Tetapi guru-guru tidak banyak berkomentar, karena dia selalu melaksanakan tugasnya dengan baik. Hanya terkadang mereka memberinya nasihat seperti yang dilakukan Pak Kus.
Tadi, Pak Kus juga memintanya untuk memeriksakan bahunya ke dokter, karena takut terjadi sesuatu, seperti tulang retak. Avraam hanya meng-iyakan. Tetapi dia tidak akan melakukannya, karena dia yakin, luka ini hanya memar biasa, dan akan sembuh dalam beberapa hari ke depan.
Avraam mengehela napas. Dia merasa bosan, karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan. Sebenarnya dia bisa saja tidur, satu jam setengah cukup untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tetapi rasa panas yang berasal dari minyak angin, membuatnya kesulitan untuk tidur.
Laki-laki itu melirik ke arah jam di dinding. Sebentar lagi istirahat. Sebaiknya dia bersiap-siap ke kelas. Avraam mengganti posisinya yang semula berbaring, kini menjadi duduk. Dia mengambil sepatu yang ada di lantai, lalu memakainya. Setelah selesai, dia berdiri lalu merapikan seprai yang sedikit kusut karena tadi dia berguling ke sana-kemari.
"Aram, kamu udah enggak apa-apa?" Suara itu ... Avraam buru-buru berbalik. Dia tersenyum saat melihat Greesa datang menemuinya.
"Eh, Anya. Iya, gue udah mendingan." Avraam memperhatikan penampilan Greesa, kini dia sudah mengganti seragam olahraganya menjadi seragam putih abu-abu.