Hari ini adalah konser Zero Arena dan Tenn sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke konser. Riku yang tau kakaknya akan berangkat ke konser terus mengikuti kakaknya kemanapun dia pergi.
Saat kakaknya mengambil baju dia ikut, saat kakaknya mengambil barang-barangnya ia ikut, bahkan saat kakaknya memakai sepatu ia berdiri di belakang sang kakak. Sedangkan Tenn hanya diam saat adiknya terus mengikutinya. Tapi ada apa gerangan yang membuat adiknya seperti itu?"Riku ada apa hm?"
"Tenn-nii~"
"Iya, ada apa?"
"Riku...ikut ya!"
"Ha? Ikut? Ikut ke konser?"
"Iya, boleh ya Tenn-nii~ Riku mau lihat konser Tenn-nii secara live," kata Riku dengan wajah pupy ayesnya.
"Tidak!"
"Eh....nande?"
"Riku nanti capek, di sana penuh nanti sesak!" balas Tenn singkat.
"Kan aku bisa lihat dari ruang tunggu Trigger!"
"Sama aja di tv kan? Mending di rumah," kata Tenn terus menolak.
"Beda!"
"Tenn-nii boleh ya~ boleh ya~"
"Tidak!"
"Boleh!"
"Tidak!"
"Tenn-nii~ hiks...."
"Tidak Riku. Nurut ya, nanti Riku capek mending di rumah aja. Kan kalau nonton di ruang tunggu Trigger sama kayak nonton TV. Mending di rumah lebih enak. Nanti bisa nonton TV sambil makan cemilan. Suruh Bibi Mai buatkan donat nanti dimakan sambil nonton, terus juga bisa sambil selimutan, hangat kan? Kalau di sana nggak enak, sepi, dingin, mau?" bujuk Tenn sambil menghapus air mata Riku. Aduh adiknya ini cengeng sekali tapi tak masalah Riku lebih imut seperti ini.
Riku berpikir sebentar lalu menggeleng
"Tidak mau hiks...Riku tidak suka sepi hiks.." jawab Riku masih menangis. Dan Tenn masih setia menghapus air mata sang adik.
"Nah...kalau begitu di rumah saja ya?"
Riku menggangguk
"Tapi nanti Tenn-nii pulangnya harus bawa oleh-oleh!"
"Riku, pulangnya Tenn-nii malam loh"
"Ndak papa!"
"Baiklah baiklah nanti Tenn-nii bawakan oleh-oleh. Jangan tidur terlalu larut ya," kata Tenn sambil mengusap rambut lembut adiknya.
"Ha'i!"
"Baiklah Tenn-nii pergi dulu. Jaa nee!"
"Dadah Tenn-nii"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan sekarang Riku melakukan apa yang Tenn bilang tadi. Saat ini Riku sedang di ruang keluarga bersandar nyaman di sandaran sofa sambil memangku piring berisi donat. Kakinya yang tak terlalu tinggi itu ditaruhnya di sofa kecil diposisikan lurus dan berbalut selimut yang cukup hangat. Sambil menonton konser sang kakak di tv, mulutnya tak berhenti mengunyah. Ditambah lighstik disalah satu tangannya yang bebas tak memegang donat. Sungguh posisi ternyaman untuk nonton."Tenn-nii kakoi!"
"Sugaoi!! Trigger Kakoi!!"
"Tenn-nii!!!"
"Idolish6 keren!"
"Re:Vale!!"
Dan masih banyak lagi teriakan heboh dari Riku saat menonton konser. Walaupun Riku tak menonton konser secara live, teriakannya tak kalah keras dengan orang-orang yang menontonnya secara langsung. Ditambah dia yang terus menggoyang-goyangkan lighstik dengan semangat. Para pembantu serta bodyguard Riku hanya memaklumi kehebohan tuan mereka dan hanya menggelengkan kepala sambil terkekeh pelan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Protect My Otouto [End]
Short Story"Aku akan membawa mimpi kita berdua, yang harus kau lakukan hanyalah duduk dan menonton" . . . . . Bagaimana kalau Riku menuruti perkataan Tenn. Dimana Riku tak pernah menjadi idol dan Tenn berusaha untuk menyembunyikan Riku dari dunia idol. Tapi...