[34] : RENCANA VINCENT

12.5K 1.4K 151
                                        

Beberapa bulan kemudian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa bulan kemudian ...

(Kita percepat aja yah biar nggak terlalu bertele-tele).

"Sudah hampir empat bulan usia kandungan kamu, tapi kamu belum juga tau siapa yang menghamilimu."

"Apa kamu siap jadi seorang ibu, Ken?" Tanya Salman.

Nikent menatap kearah Salman dan Desta bergantian, "sebenernya aku udah tau, tapi aku takut kalo mama sama papa bakal marah."

"Siapa?" Tanya Salman.

Nikent menatap kearah Vincent yang bersembunyi untuk menguping pembicaraan mereka.

"Cepat katakan siapa dia?!" Tegas Salman.

Nikent menghela nafas lalu menyebutkan namanya, "Aleagra."

Vincent yang mendengar itu langsung mengacungkan jempolnya.

"Aleagra?" Beo Desta dan diangguki Nikent.

'Namanya nggak asing, tapi nggak mungkin.' Batin Desta.

"Aleagra? Siapa dia? Apa dia teman kamu?" Tanya Salman dan diangguki oleh Nikent.

"Dia temen sekelas aku. Aku baru inget kalo wajahnya mirip sama dia."

"Kenapa kamu yakin Aleagra pelakunya?"

"Karna dia dikenal cowok berandal, bahkan hampir tiap hari pergi ke club. Jadi aku semakin yakin kalo dia pelakunya," Ujarnya.

'Aleagra, berandal, sering ke club ...Kok mirip kaya kelakuan Agra.' Batin Desta.

"Lalu apa dia tau kalo kamu mengandung anaknya?" Tanya Salman.

"Tau. Tapi dia nggak mau tanggungjawab," Ucapnya.

Salman mengepalkan tangannya sampai urat-uratnya saling bertarikkan, "temui papa dengan dia serta keluarganya!" Pintanya.

Nikent mengangguk sedangkan Vincent tersenyum miring, "yes, sebentar lagi lo bakal sengsara, Gra."

"Makanya jangan pernah main-main sama gue!" Lanjutnya.

_♡~♡_

"Aku udah ngomong ke mama sama papa kalo Agra yang udah ngehamilin aku," Kata Nikent.

"Bagus, dengan cara itu dia pasti bakal dibenci dan disingkirkan!" Ucap Vincent.

"Hmm."

"Kenapa? Kok kamu cemberut gitu? Nggak seneng?" Tanya Vincent.

"Bukannya nggak seneng tapi aku khawatir kalo Agra bakal diapa-apain sama papa," Ujarnya.

"Oh, ngapain juga dikhawatirin, malah lebih bagus."

Nikent menghela nafasnya, "kalo gitu berarti aku juga pasti bakal nikah sama Agra."

ALEAGRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang