[61] : MENGULANG DARI AWAL?

9.1K 1.1K 74
                                        

•Adegan ini tidak untuk dicontoh siapapun mulai dari anak kecil hingga orang tua!

Azka berjalan mendekat kearah Desta namun Desta malah ngesot mundur sampai mentok di pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Azka berjalan mendekat kearah Desta namun Desta malah ngesot mundur sampai mentok di pintu.

Tangannya hendak meraih gagang pintu namun terlalu sulit dan tidak bisa dicapai karena posisi tangannya ada dibelakang tubuhnya, beda cerita kalo di depan.

Kakinya pun yang semula bebas gerak kemana saja, sekarang menjadi terborgol pula oleh Azka agar tidak bisa lari, mulutnya yang sudah tertutup lakban agar tidak membuat kebisingan.

"Mau kemana, tan? Disini aja, enak kok!" Ujar Azka sembari berjalan mendekat kearah Desta.

Desta yang melihat Azka semakin dekat pun pergerakkan tangannya semakin berusaha melepaskan borgolnya membuat tubuhnya bergetar hebat.

"Anjir ada yang bergetar tapi bukan gempa, jangan-jangan perasaan gue ke calon bini," Ujar Rafqi.

Azka pun menyeret kaki Desta sampai membuat Desta memekik tertahan, rasanya seperti pantatnya tergores dan seperti digesek pada wajan yang baru saja dipakai. Panas bre!

"Anjay ... Udah kaya kambing yang mau diqurbanin," Kata Rafqi.

"Udah disini aja, nggak bakal macem-macem. Paling cuma pengen bikin tante mati aja kaya waktu tante bikin Agra mati," Ujar Azka.

"Hmmph ... Hmmmph ...!!!" Ucap Desta tidak jelas karena mulutnya yang dalam kondisi terlakban.

"Hah? Kenapa, tan? Mau sekarang?" Tanya Azka sembari mendekatkan telinganya pada Desta.

"Oh udah nggak sabar ya ... Oke kita mulai!" Kata Azka.

"Eh tapi tunggu bentar, kalo sepi-sepian gini rasanya ada yang kurang. Dilepas aja kali yah biar ada suara merdu-merdunya gimana gitu," Gumam Azka.

Azka pun mulai menarik lakban dari mulut Desta, Rafqi menjadi cekikikan melihatnya.

"Anjir, itu bibirnya ikut ketarik gitu mana panjang lagi udah kaya cocot bebek!" Kata Rafqi sembari menghapus air matanya yang keluar.

"Akhhh ..." Desta merem-merem saat merasakan sakit pada bibirnya ketika Azka mencabut paksa lakbannya.

"Main-main dikit nggak papa ya, tan. Kalo langsung mati kan nggak seru, nggak ada kenangan manisnya buat saya," Ucap Azka sembari tertawa, namun tawa kali ini terdengar beda dari biasanya.

Azka pun meminta pisau yang sudah diasah tadi pada Rafqi, lalu mulai menggores secara perlahan dan sangat pelan sembari tersenyum, berbeda dengan Desta yang sudah menjerit. Pelan tapi dalam.

Sreeeet!

Vincent yang melihat itu langsung memejamkan matanya lalu memilih menatap kearah lain.

'Kalo seandainya gue selesaiin masalah gue sendiri dengan cara baik-baik tanpa minta bantuan tante Desta pasti nggak akan kaya gini.' Batin Vincent.

ALEAGRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang