Nyasar di jalan emang udah biasa, tapi kalo nyasar ke raga orang pernah nggak?
[BUKAN CERITA GAY!]
Aleagra Renathan, pemuda tampan yang memiliki sifat bad boy, dingin, dan ketus. Pemuda tersebut selalu mengharapkan kasih sayang orang tuanya tiba-tib...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa hari kemudian di Jepang.
"OY, KIYOMASA!!!" Teriak Rafqi.
"Ohayo onii-chan!" Ucap Rafqi.
"Ara-ara ..."
"YAMETE KUDASAI!!!" Teriaknya lagi sembari memberikan flying kiss kepada para cosplayer.
Aleagra dan Azka langsung menutup rapat-rapat wajahnya menggunakan topi dan masker lalu berjalan menunduk karena merasa malu. Ketiganya baru saja berkeliling mencoba beberapa makanan dan mampir membeli baju-baju baru yang akan mereka pakai selama beberapa hari kedepan.
"Lo bisa diem kaga, anjing?! Gue malu, bangsat!" Ketus Azka.
"Dia yang teriak, gue yang malu!" Sambung Aleagra.
Rafqi menyengir, "seneng banget gue, anjing. Akhirnya bisa ngeliat doi versi nyatanya, udah kaga gepeng-gepeng lagi!"
"Ya lo juga perlu tau malu lah ... Lo cuma tau bahasanya itu-itu aja, mana kaga ada yang bener lagi!"
"Emang gimana?"
"Tau dah, capek gue!" Ucap Azka lalu berjalan pergi duluan dan diikuti Aleagra.
"Lah ... Malah ninggalin."
_♡~♡_
"... Sungguh?" Tanya Ferdian dan diangguki Tsuyoshi.
"Aku akan mengajarinya sedikit demi menjaga dirinya sendiri, apa kau mengizinkan?" Tanya Tsuyoshi.
Ferdian diam, tampak sedang berfikir untuk mengambil keputusan. Ini bukanlah keputusan yang mudah, karena ilmu bela diri yang diajarkan Tsuyoshi akan langsung mengirimkan seseorang kepada tuhan, dan itu akan membuat Aleagra menjadi incaran para polisi.
"Sepertinya anda cukup kesulitan dalam mengambil keputusan. Kalau begitu akan ku beri kesempatan untuk memikirkannya baik-baik selagi saya menawarkannya," Kata Tsuyoshi.
Sreeet ...
Pintu terbuka menampilkan Aleagra, Azka dan juga Rafqi yang membawa barang belanjaan mereka masing-masing, lalu duduk guna mengistirahatkan diri.
Aleagra dan Tsuyoshi saling menatap namun tidak ada yang memulai pembicaraan karena Aleagra tak tau bahasa Jepang, begitupun sebaliknya.
"Gra, kalo misalkan kamu latihan bela diri sama paman Tsuyoshi apa kamu mau?" Tanya Ferdian. Aleagra mengernyitkan dahinya bingung.
"Lo perlu ngejalanin dendam lo, Gra. Gue kaga suka kalo lo selalu diinjek-injek sama nyokap lo sendiri, ditambah lagi Vincent sama Nikent yang nggak jelas tiba-tiba narik lo ke masalah mereka," Jelas Azka.