[7] : SI PEMBUAT MASALAH

39.3K 4.5K 152
                                        

Keesokkan paginya, Aleagra berkemas-kemas dengan tas-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keesokkan paginya, Aleagra berkemas-kemas dengan tas-nya ... Entah apa yang pemuda itu kemasi sedangkan semua buku-bukunya masih berada di posisi yang sama dan tidak berubah sedikitpun.

"Hp, rokok, carger, obat, cutter ... Terus apa lagi?" Gumam Aleagra sembari menge-cek isi tasnya.

(ku kira buku ternyata sabu).

Aleagra memang masih mengkonsumsi obat-obatan itu, bahkan obat milik Alearga yang kemarin ia buang di tong sampah ternyata diambil lagi.

Kebiasaan itu memang belum bisa Aleagra hentikan, namun Aleagra masih berusaha untuk mengurangi dalam hal mengkonsumsi obat-obatan itu berlebihan. Sedikit demi sedikit pasti akan hilang, pikir Aleagra.

Aleagra membuka laci meja dan menemukan sebuah bungkusan kecil yang sebelumnya tidak ada disana, "kondom? Perasaan kemaren kaga ada."

"Bawa aja dah!" Lanjutnya lalu memasukkan benda tersebut kedalam sakunya lalu pergi keluar kamar.

Tap ...

Tap ...

Tap ...

"Pagi mah, pah!" Sapa Aleagra.

"Pagi," Jawab keduanya.

Aleagra melihat ada yang kurang diantara mereka, "Lira kemana, mah?" Tanyanya saat melihat kursi milik Alira masih kosong, biasanya gadis itu sudah stay disana menunggu Aleagra sembari memainkan alat-alat makan.

"Dia lagi ada di toilet, kebelet BAB katanya," Jawab Anisa sembari menyedokkan nasi untuk Aleagra.

"Ayo makan! Mau nunggu Lira atau mau duluan?" Tanya Ferdian.

Aleagra melihat jam yang melingkar di tangannya, "nunggu aja, lagipula masih pagi. Sekolah juga pasti masih sepi."

Akhirnya mereka pun menunggu Alira untuk sarapan bersama. Beberapa menit kemudian Alira keluar dengan bernafas lega.

"Hufft ... Akhirnya udah nggak sakit lagi," Ucapnya sembari mengelus-elus perutnya.

"Sini sarapan!" Ajak Anisa.

Alira mengangguk lalu duduk disebelah Aleagra, "mah ... Lira bawa bekal sendiri yah, kata bu guru biar higienis soalnya beli jajan di pinggir jalan itu nggak sehat." Ucap Alira.

"Kamu mau dibikinin bekal apa?" Tanya Anisa.

"Sandwich aja, mah. Oh ya sama susunya juga!" Pintanya.

"Yaudah nanti mama bikinin, kebetulan bahan-bahannya juga ada semua."

"Jajan dipinggir jalan sehat-sehat aja, Ra. Kalo yang nggak sehat ya jajan di tengah jalan, kan nanti bisa-bisa ketabrak!" Ujar Ferdian.

"Ih papa ... Bukan itu maksudnya!" Kata Alira.

"Kalo jajan di pinggir jalan itu, biasanya kena debu atau ditempelin sama lalat karna makanannya nggak ditutupin. Kalo di tengah jalan sih jelas ketabrak, lagian siapa juga yang mau jualan ditengah jalan?!" Lanjutnya.

ALEAGRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang