[23] : SEPATU PINK

20.4K 2.2K 39
                                        

"Udah berhari-hari Agra belum juga pulang, apa bener dia udah meninggal?" Gumam Desta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Udah berhari-hari Agra belum juga pulang, apa bener dia udah meninggal?" Gumam Desta.

Desta menggelengkan kepalanya guna menghempaskan pikiran itu, "nggak, nggak ... Ngapain juga aku mikirin dia. Kalo dia beneran meninggal, itu kabar bagus karna aku nggak akan capek-capek ngurusin si anak pembangkang, dia juga nggak akan mempermalukanku lagi."

"Mulai sekarang aku harus ngelupain dia karna Minggu depan aku akan menikah dan punya anak yang jauh lebih baik daripada Agra," Lanjutnya.

_♡~♡_

"... Hah, serius?!!" Tanya Nabila. Nikent mengangguk mengiyakan.

"Kapan acara nikahnya?" Tanya Rachel.

"Minggu depan."

"Lo pasti seneng bakal punya nyokap baru. Tapi lo harus hati-hati, Ken!" Ucap Nabila.

"Hati-hati kenapa?" Tanya Rachel.

"Biasanya kalo ibu tiri itu galak sama anak tirinya. Gue takut kalo lo bakal ngerasain hal itu, Ken!" Ujar Nabila.

Nikent bersemrik, "tenang aja ... itu nggak akan terjadi sama gue, karna gue nerima dia jadi nyokap tiri cuma karna hartanya."

"Coba lo bayangin... Seorang janda kaya, kerja jadi prioritas, nggak ada waktu buat ngabisin duit. Pasti bingung ngabisinnya kaya gimana, karna gue orang baik makanya gue bakal bantuin dia ngabisin duitnya aja. Dia cukup kerja buat gue!" Lanjutnya.

"Wah ... Gue suka nih yang kaya gini. Lo ternyata lebih licik dari dia, Ken!" Puji Nabila.

"Ya haruslah ... Hidup jangan lurus-lurus amat nanti bisa ngerugiin diri sendiri," Ucap Nikent.

"Gue setuju!" Sahut Rachel.

_♡~♡_

Kring ...

Bel pun berbunyi, siswa siswi kembali ke kelas masing-masing termasuk Azka dan Rangga.

Saat masuk, mereka melihat Rafqi dan Zein masih sibuk berusaha menghapus nama mereka di papan tulis dengan memercikkan air minum ke papan tulis.

Namun sayangnya usaha mereka sia-sia, tulisannya belum juga hilang.

"Semangat ngehapusnya!" Ucap Rangga pada keduanya.

Rafqi menatap ke arah Azka dan Rangga yang sedang asik menyedot minuman mereka.

"Ngga, bagi minumnya!" Pinta Rafqi.

"Nggak!"

"Dikit aja, gue haus!"

"Nggak mau."

ALEAGRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang