[46] : DESTA TURUN TANGAN

12.2K 1.6K 132
                                        

"Udah siap?" Tanya Vincent

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Udah siap?" Tanya Vincent.

"Bangsat lo, mau lo apa lagi sih? Nggak seneng liat orang lain tenang?!!" Tanya Rafqi.

"Oh, nggak perlu ditanya pun harusnya lo udah tau jawabannya. Ya jelas gue kaga seneng lah!" Jawab Vincent.

Rafqi dan Aleagra saling melirik kemudian menatap kearah Desta, "apa urusannya sama tante? Agra udah nggak pernah ngerepotin tante lagi, dan sekarang apa yang tante mau?!" Tanya Rafqi.

"Cukup mudah. Saya sudah bilang kemarin untuk jauhi Nikent, tapi dia keras kepala!" Tunjuknya sembari menonyor kepala Aleagra.

"Asal tante tau ... Bukan Agra yang ngedeketin Nikent, tapi Nikent yang terlalu gatel sama Agra!" Ketus Rafqi.

"Oh yah? Kalau begitu kenapa tidak menghindar saja? Mau nyari kesempatan?!" Tuduhnya.

"Kenapa nggak nanya anak lo sendiri?!" Tanya Aleagra.

"Emang kamu bukan anak saya? Oh yah saya lupa, kamu cuma mantan anak saya, itu pun saya ngerasa kasian makanya saya ngakuin kamu sebagai anak. Kamunya aja yang nggak bersyukur!" Ucap Desta.

Aleagra tersenyum meremehkan, "nggak butuh rasa kasian dari lo. Hidup tanpa lo, gue bebas ngapain aja bahkan beban dipikiran gue pun seketika kaga ada. Gue malah bersyukur bisa pisah dari lo dan urusin hidup masing-masing!"

"Oh ... Berlagak kamu ya, harusnya kamu berterimakasih sama saya karna sudah saya lahiran di dunia!"

"Gue nggak minta. Lo nya aja yang nafsuan makanya gue ada di dunia, kalo aja lo kaga nikah sama brengsek itu mungkin gue nggak akan pernah ngerasain hal yang gue benci di dunia ini!" Ujarnya.

"Brengsek mana yang lo maksud?!" Tanya Vincent.

"Rahardian lah, siapa lagi?!"

Bugh!

"Anjing, lo!" Vincent menendang dagu Aleagra sampai lidah Aleagra tergigit dan mengeluarkan darah.

"Denger ya, njing, gue tau rencana busuk lo!" Ucap Vincent.

"Lo gagal ngerebut bokap gue dari gue, dan sekarang lo malah mau ngerebut Nikent dari gue?!" Lanjutnya.

"Perebut teriak perebut!" Sahut Rafqi.

"Lo yang harus dengerin baik-baik. Agra kaga ada niatan sama sekali buat ngerebut bokap lo karna dia udah bahagia tanpa om Rahardian. Selain itu, Agra juga nggak bakal punya niatan buat suka sama Nikent. Jangankan suka, buat jadi temennya aja Agra nggak sudi!" Lanjutnya.

"Agra!" Panggil Nikent.

Mereka semua menoleh kearah Nikent dan juga Ferdian. Azka pun ikut muncul dari semak-semak sembari menghentak-hentakkan kakinya karena digigit semut.

"K-kalian?!"

"Mah, lepasin Agra sama Rafqi!" Pinta Nikent.

"Nggak bisa!" Sahut Vincent.

ALEAGRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang