Malam Jumat

4.8K 38 0
                                        

"Pah, ayo makan dulu" sahutku sambil merapihkan tataan makanan yang sudah kuhangatkan tadi.

Lalu aku lihat dia sedang berjalan ke arahku tanpa anak-anak. Baru aku mau menanyakan kurcaci-kurcaci itu, suamiku sudah memelukku dari belakang dengan manjanya.

"Hmm...paling suka aku wangi kamu setelah dari dapur" sambil mencium leherku dengan halus.

Walaupun sudah 5th berjalan pernikahan kita dan pastinya ciuman, pelukan bahkan urusan ranjang sudah menjadi kebutuhan pokok. Tetap saja aku akan selalu merinding disco ketika suami menyentuhku seperti itu.

"Duuuh yaank geliii tau....anak-anak mana paah?" responku sambil sedikit melepaskan pelukannya.

Dan ya ku lihat wajah gantengnya jadi cemberut, ah aku gemas kalau dia mengeluarkan ekspresi seperti itu setiap aku merespon yang tidak dia harapkan.

Tapi jangan kecewa dulu, aku akan selalu menggantinya dengan kata-kata maut untuk membuat wajah gantengnya itu kembali tersenyum.

"Mmm jangan cemberut dong sayaaaang,,sekarang kamu makan dulu setelah itu main dengan anak-anak baru deh nanti malam setelah anak-anak tidur, kamu main sama aku ya" rayuku sambil mengelus-elus helaian rambutnya.

"Main?" dia malah heran dengan pernyataanku.

"Iya, main....kan ini malem Jumat sayang..."

Dan benarkan prediksiku pasti wajah gantengnya langsung berseri.

"Lalu anak-anak mana pah?,"

"Ada di kamar, biasa asik nonton film-film kesukaannya"

"Oh ya udah, kamu makan dulu deh sebelum disita lagi sama mereka untuk main. Aku juga mau nyiapin makan untuk anak-anak dulu ya"

"Iya, setelah itu kamu juga makan ya"

"Kayanya aku mulai enggak makan malem deh yah. Aku mau diet. Badanku sudah makin membesar. Aku enggak PD " jawabku sambil berjalan menuju pantry yang sebenernya masih satu ruangan sama meja makan.

"Kenapa enggak PD?, kan udah ada aku disamping kamu. Enggak perlu kamu diet-diet lah yang penting kamu sehat dan selalu bisa memanjakan aku"

"Hmm kamu ini, tapi seenggaknya kan aku juga ingin tampil cantik sebagai istri kamu. Memangnya kamu enggak malu punya istri gembrot seperti aku?"

"Hahahaha siapa yang bilang kamu gembrot?, kamu selalu saja punya penilaian sendiri, badan kamu itu sangat bagus. Memang lebih berisi dari sebelum hamil dan punya anak-anak. Tapi jujur aku sangat suka kamu yang sekarang, aku puas sayang"

"Ah kamu ini yank selalu aja langsung membayangkan tubuh aku"

"Loh yaa terus aku harus membayangkan tubuh siapa lagi selain kamu?"

Hmm aku hanya bisa terdiam sambil menahan senyum. Dia selalu memujiku dengan caranya. Dan aku?, yaa aku selalu terbius dengan kata-kata suamiku.

Tapi aku yakin semua itu terlontar dengan tulus. Karena yaaaa dia memang selalu memuji tubuhku yang sekarang setiap kita berhubungan badan. Walaupun bentuknya sudah tidak seideal dulu.

Sudah jam 21.30 waktunya kita kerja sama untuk menina bobokan anak-anak.

"Papah aku belom ngantuk paah..." sahut Ibaz sambil memeluk guling dan menatap memelas kearah papahnya.

"Terus kalau kamu belum ngantuk, kamu mau ngapain bang?"

"Aku mau beyajai" jawabnya ringan. Aku menahan senyum mendengar jawabannya. Karena aku tau itu sekedar alasan dia untuk tetap bisa main atau menonton film.

"Udah malem Abang, kamu harus istirahat. Kalau kamu masih belajar malem-malem gini nanti mata kamu rusak dan kamu kecapean. Kalau kamu kecapean nanti kamu bisa sakit"

LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang