Pov Kiyan
Pagi ini saya dan Arisya akan jalan-jalan menikmati wisata alam. Saya lihat masih jam setengah 5 pagi. Saya memang berniat pergi keluar hotel menuju puncak B29. Salah satu tempat wisata favorit di Lumajang. Saya juga belum tau pasti tempatnya seperti apa, yang pasti disana kita bisa menikmati sunrise seperti ada di puncak gunung.
Saya dan Arisyapun segera melajukan mobil sewaan kami selama liburan disini. Dalam perjalanan saya membiarkan Arisya terlelap tidur. Karena semalam pulang dinner saya menghabiskan waktu untuk menikmati malam honeymoon kesekian kalinya.
Ya...
Saya sangat mencintai Arisya. Semua yang ada pada dirinya menjadi candu saya sebagai suaminya. Sampai kapanpun saya akan selalu menjaganya untuk membahagiakannya.
Sebenarnya ingin sekali saya membangunkan Arisya agar dia juga menikmati suasana pagi di kota ini. Kota ini begitu tenang, asri, nyaman dan sejuk. Saya terus melewati lintasan-lintasan dengan pepohonan dan bukit.
Sampai akhirnya perjalanan saya sudah sampai di lokasi B29. Tapi untuk menikmati sunrise, saya dan Arisya harus naik ke puncaknya menggunakan ojek. Saya pun langsung membangunkan Arisya dan menyewa dua ojek untuk pulang pergi.
"Sayang ini seriusan nggak akan apa-apa..."
"Nggak sayang...yuk..."
Saya melihat Arisya sedikit takut melihat jalanan yang harus kita lalui menuju puncak B29.
Saya memilih berjalan di belakang Arisya. Agar dia tenang dan tidak khawatir dengan kondisi jalanan yang harus kita lalui ini.
Setelah beberapa menit kitapun sampaidi puncak B29. Dan ternyata tempat ini memang indah, dingin dan sejuk. Baru satu lokasi wisata alam ini aja udah membuat saya takjub akan keindahannya. Saya juga melihat Arisya begitu terpesona melihat keindahan alam disini. Dan saat ini kita tinggal menantikan sunrise yang juga dinantikan beberapa pengunjung lainnya.
Detik-detik matahari akan terbit, Arisya memelukku erat dan terus tersenyum menatap lurus ke arah langit-langit yang mulai memerah.
"Are you happy honey..."
"Yes...kamu paling tau gimana caranya aku bahagia Kiyan..."
"You are the power of my life..."
"You too Kiyanza Adiputra....kalau bukan sama kamu, aku nggak tau apa aku bisa sebahagia ini menjadi seorang istri selama 6 tahun..."
Jawab Arisya yang dibarengin dengan sunrise yang akhirnya bisa kita nikmati bersama dan pelukan kami semakin erat.
Sedikit berbagi indahnya wisata disini. Dari puncak B29 ini kita bisa menikmati beberapa pemandangan.
Selain sunrise yang paling ditunggu-tunggu oleh wisatawan, ada juga keindahan lainnya seperti Kaldera Bromo, Keindahan puncak Mahameru yang terciri khasnya dengan kubah pasir raksasa yang begitu gagah. Selain itu juga kita bisa melihat gunung Argopuro yang seperti dipisahkan oleh gumpalan-gumpalan awan putih.
Sambil menikmati alam indah tersebut, saya berbalik membelakangi pemandangan dan menghadap Arisya. Lalu saya ucapkan beberapa kalimat isi hati saya.
"Nata Arisya...
Dihidupku ini pernah aku menjalanin banyak cinta. Tapi nggak pernah aku temui, sekuat aku ingin mendapatkan kamu.
Dan hal terhebat yang aku rasakan 10 tahun bersama, aku merasa dicintai dengan orang yang juga aku cintai.
Nggak akan pernah aku sia-siakan hal ini. Karena aku yakin nggak ada yang seperti kamu.
Bahkan satu dunia pun bisa tau kalau aku bahagia.
Dan aku berjanji apapun itu nggak akan pernah menduakan kamu. Karena besok belum tentu akan masih ada. Kesempatan itu belum tentu datang kedua kalinya. Jadi aku pastikan aku akan menjaga dan menghargai hati kamu.
Kamu memang bukan hal jodoh yang sempurna, tapi bagaimana kita mampu tangguh untuk bertahan dan berjuang.
Dalam diam, aku selalu berdoa untuk kamu. Untuk kita....
Apapun itu aku nggak akan pernah ninggalin kamu hanya untuk keegoisan aku kecuali takdir umurku...."
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
Chick-LitWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
