Saat ini aku dan suami sudah mulai check out, liat jam tangan sudah menunjukan pukul 08.45. Yaa aku dan suami telat 45menit dari rencana awal. Bisa ketebak lah karena apa kita jadi terlambat.
Setelah proses check out udah selesai, aku dan suami langsung on the way ke Prima Rasa di Jl. Kemuning. Kenapa harus kesana?, karena rata-rata oleh-oleh yang direquest tuh adanya di Prima Rasa. Yaa kebetulan aku dan keluarga memang suka banget sama produknya Prima Rasa.
Sambil berarah ke Prima Rasa yang di Jl. Kemuning. Aku dan suami mempir dulu ke sekitaran ITB. Disitu ada yang jual Lumpia Basah dan menurutku rasanya enak.
Walaupun aku dan suami udah sarapan di hotel. Tapi rasanya aku masih belum rela kalau pulang gitu aja ke Jakarta dan ngelewatin kesempatan makan Lumpia Basah yang di depan ITB.
Sampai ditempatnya aku langsung pesen satu Lumpia Basah pedes sedangkan suami hanya mesen minuman. Karena emang suami nggak suka sama Lumpia Basah.
"makanan aneh" cuma itu komentarnya pas lumpia basah aku udah Mateng Dan siap aku makan.
"loh kok aneh?, enak tau nih. coba deh. sekali ajaaaa" aku berusaha membujuknya sambil menyodorkan sedikit potongan lumpia basahnya.
"no....no...aku nggak mau, aneh....udah gitu isinya toge semua" jawab suamiku sambil nolak-nolak.
"mmm ini ada bengkuang sama telurnya yank"
"iyaa tapi itu lebih banyak togenya" masih dengan gaya menolak.
Akupun menyerah untuk membujuknya. Nggak tega juga sih ngeliat ekspresinya yang kaya udah mual gitu liat isi lumpia basah.
Pas udah sekitar 15 menit aku selesai menghabiskan lumpia basahnya. Aku dan suami pun langsung beranjak lagi menuju Outlet Prima Rasa.
Diperjalanan HP ku berbunyi pertanda ada WA masuk. Segera aku ambil hpku dan kulihat notif wa nya.
DEG...!!!, langsung berdetak kencang jantung aku pas liat notif wa nya.
"kenapa yank?" spontan suamiku langsung nanya ke aku karena dia sadar sama responku setelah membuka hp.
"ah..hmm..nggak...nggak kenapa-kenapa"
"terus kok kaya kaget gitu?"
"mmm kaget?,,nggak ah....bukan kaget yank, aku baru inget mau ngabarin mamah Winda kalau kita udah check out"
"loh emang tadi nggak jadi TLP?"
"nggak...ini aku baru mau wa Mama Winda"
"yaudah sana wa mamah, kabarin kalo kita udah check out dan udah on the way ke Prima Rasa, takutnya mau ada tambahan"
"iya ini mau wa"
mmmm.....kenapa aku nggak jujur aja ya kalau ada wa dari Dipta?. Jujurnya aku ada rasa takut dia nggak ijin aku untuk bales-bales wa dari Dipta.
Untungnya masih bisa muter otak biar dia nggak curiga. Dan yaaaa dia nggak curiga tuh, dia masih fokus nyetir sambil mandang lurus ke jalanan.
Aku dengan cepat ambil kesempatan untuk langsung bales wa nya Dipta sekaligus wa ke mamah Winda untuk ngabarin kalau kita udah check out. Dan bisa jadi itu sekaligus bukti kalau aku emang wa sama mamah Winda.
WA Dipta
-pagi Cha. kamu masih di Bandung?-
-hai Dip pagi juga. Iyya nih masih, tapi udah mau pulang kok. Ini on the way ke Prima Rasa dulu. kamu sendiri lagi dimana?-
Aku malah buka dulu WA dari Dipta Dan bales dulu WA Dipta sebelum ngabarin Mamah Winda.
Selesai bales WA dari Dipta baru deh on the way WA mamah Winda.
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
Literatura FemininaWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
