Hari ini Karina ngajak ketemuan di salah satu tempat makan yang udah jadi langganan favorit kita. Dengan baik hatinya Kiyan mau nemenin anak-anak dulu. Karena Karina mau ngobrol sesuatu berdua sama aku. Jadi dengan khusus dia TLP Kiyan minta ijin dapet waktu berdua aja sama aku.
Aku sedang menuju ke lokasi, sedangkan yang aku tau Karina sudah sampai disana. Sampai di depan restaurannya aku segera masuk dan menemui Karina yang sudah duduk di spot favorit kita juga kalau lagi pengen ngobrol berdua.
"Hai Kar..." aku memeluknya seperti biasa ketemu.
"Hai...."
"Udah pesen makanan Kar?"
"Belum...gw nungguin lo dulu..."
"Oke kita pesen makanan dulu ya..."
Aku dan Karina pun memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, Karina langsung membuka pembicaraan.
"Syaa...beberapa hari lalu Dipta sengaja ke tempat gw, dan kita ngobrol sesuatu..."
"Hah...maksudnya?..."
"Iyya...dia udah cerita semuanya tentang kalian...."
Aku terdiam dan hanya menatap Karina.
"Sekarang giliran Lo yang cerita sama gw, sorry bukan maksud gw ikut campur urusan Lo sama Dipta. Tapi gw sahabat kalian, gw pengen Lo berbagi apapun itu, sebelum Lo tersakiti sama cara Lo sendiri ..."
Tiba-tiba air mata aku jatuh, jujur aku kaget Karina langsung to the points soal hubungan aku sama Dipta.
Melihat aku meneteskan air mata, Karina menggenggam tanganku dengan erat.
"Its oke...gw tunggu Lo sampe siap..."
Aku cuma tertunduk sambil terus mengendalikan emosional dalam diri. Entah kenapa air mata ini nggak bisa ketahan. Kalau mengingat kondisi aku dan Dipta, aku sekarang-sekarang ini lebih sensitif kalau soal itu.
"Kar...apa yang ada dipikiran lo tentang gw sama Dipta?"
"Menyayangkan....thats it...."
"Menyayangkan?"
"Yes...gw menyayangkan kenapa sampe terjadi juga sejauh ini....karena gini, gw disini nggak mau liat satupun dari Lo berdua punya hidup yang hancur nantinya, gw nggak mau Lo berdua tersakiti sama diri Lo sendiri, dengan kondisi Lo sekarang akan banyak orang yang tersakiti termasuk diri Lo sendiri dan itu bisa menghancurkan semua-muanya yang udah Lo berdua bangun selama ini sekalipun Lo berdua emang udah ada duluan sebelum adanya mereka....tapi saat ini harusnya kisah Lo berdua pun udah nggak ada..."
Aku semakin meneteskan air mata, karena aku sangat mengerti yang dimaksud Karina.
"Sekarang kenapa kalian senekat ini?, untuk egois kalian aja?, perasaan kalian yang seharusnya udah nggak muncul lagi saat ini, hubungan yang seharusnya udah nggak perlu terjalin lagi saat ini, harusnya begitu Arisya, sekarang kenapa?...kalau lo jawab karena apa yang lo rasain, itu bukan jawabannya, itu adalah rasa yang egois....nggak semua yang lo lakuin itu karena apa yang lo rasain, karena lo masih punya akal sehat yang harusnya lo pake untuk mengendalikan apa yang lo rasain....karena nggak semua keinginan lo itu harus sesuai dengan yang lo jalanin...."
Aku menatap kearah luar, mencerna kata-kata Karina yang cukup menekan kondisiku saat ini.
"Gw nggak mau Lo hancur karena langkah Lo saat ini Sya...coba pikir ulang untuk nerusin langkah Lo yang sekarang...."
"Gw pasti akan mundur Kar...gw pasti akan berhenti...gw pasti akan memilih Kar....tapi gw belom siap kalau itu harus sekarang....semenjak gw menerima pengakuan Dipta, semenjak otak gw terkalahkan dengan hati gw, gw udah punya bayangan resiko terbesar gw di depan nanti....tapi Lo bener, alesan gw melangkah sampe sejauh ini itu karena keegoisan gw, dan gw tau akan ada waktunya gw tersakiti dengan diri gw sendiri.....Kar....gw cuma minta kesempatan untuk menjalani apa yang pernah gw harapkan, gw cuma minta kesempatan untuk merasakan cinta yang gw pendam selama ini, gw cuma minta kesempatan punya waktu yang pernah gw tinggalin.....itu aja...gw nggak berharap hubungan gw sama Dipta bisa terus berjalan sampe nanti...apalagi sampe gw harus meninggalkan semuanya begitu juga dengan Dipta...."
Karina menatapku dengan penuh, entah udah sebanjir apa air mataku saat ini. Yang pasti aku udah bener-bener nggak bisa nahan lagi air mata ini mengalir. Obrolan kita terhenti karena pesenan kita datang.
"Gw dan Dipta memang lagi pada langkah yang salah, cerita yang salah, kisah yang salah dan perasaan yang salah, tapi mungkin gw memang cinta, dan mungkin gw sesali pernah nggak menghiraukan apa yang Dipta rasain dulu, gw hanya mengingkari kata hati gw aja, tapi kenapa cinta jadi datang terlambat, datang disaat ini, datang diwaktu yang salah....Dan gw nggak bisa menghindarinya.....gw butuh waktu untuk melepasnya Kar....."
"Sya....gw cuma takut suatu saat hati lo bukan sekedar sakit, tapi hancur sampe lo nggak bisa ngendaliin diri lo lagi, Dan apa yang akan bisa gw perbuat kalau saat itu lo ngalamin yang kaya gitu sya....apa lo kira gw bisa diem aja?...gw nggak akan bisa ngeliat perasaan lo berantakan apalagi sampe hancur...." Karina semakin keras menekan kondisiku saat ini, dan aku mengerti kenapa dia begini, dan semua yang dikatakannya tidak ada yang salah, karena yang salah adalah aku....aku yang tetap membenarkan perasaanku pada Dipta.
"Kar...gw sangat mencintai Kiyanza Adiputra, gw sangat mencintainya, dari awal gw jatuh cinta sama dia dan sampai detik ini pun perasaan itu tidak pernah berubah...sekalipun saat ini cinta yang pernah gw simpan untuk Dipta muncul lagi, rasa cinta gw terhadap Kiyan tidak berkurang sedikitpun Kar....dan gw tidak pernah berpikir untuk melanjutkan langkah gw bersama Dipta dan meninggalkan Kiyan Kar...karena bagaimanapun Kiyan udah menjadi bagian hidup gw Kar...sampe kapanpun...."
"Arisya ....terus apa yang Lo pertahanin sekarang?....apa yang bikin Lo tetep berada di kondisi ini dengan Dipta?, Lo nggak berpikir Kiyan akan tau dan meninggalkan Lo?"
Aku terdiam menatap Karina.
"Apa Tuhan bakal ngebiarin Lo secara terus menerus bohongin Kiyan?, apa yang saat ini Lo pikirin ketika Kiyan tau orang yang paling dia cintai sepenuh hati, orang yang paling dia jaga perasaannya, orang yang paling dia jaga martabatnya, harga dirinya, orang yang paling dia prioritaskan, orang selalu dia utamakan dan di muliakan udah ngekhianatinnya?, ternyata menjalin cinta dengan orang lain hanya untuk memenuhi waktu yang pernah tertunda, hanya untuk memenuhi keinginannya yang sudah bertahun-tahun silam, hanya untuk merealisasikan harapannya yang baru terungkap saat ini?...Sya Lo yakin keegoisan Lo sesaat ini bisa membuat Lo bahagia?"
Aku masih terdiam, Karina semakin mendesak kondisiku saat ini.
"Sya pake akal sehat Lo...jangan biarin keegoisan Lo ngehancurin masa depan Lo sama Kiyan....siapapun itu berhak bahagia sya....termasuk diri Lo sendiri...jangan sakiti perasaan Lo sendiri....jangan bikin masa depan Lo sendiri berantakan...."
"Kar...gw selalu memikirkan ke arah sana...gw selalu memikirkan keegoisan gw yang saat ini terlalu menguasai diri gw.....tapi Dipta....gw sama Dipta cuma butuh waktu beberapa saat....cuma minta kesempatan untuk bersama walaupun sesaat....dan akan gw tebus semuanya dengan apapun Kar...
Aku melihat Karina menghempaskan tubuhnya di bangku dan menatap lurus kesembarang arah, sepertinya dia berpikir keras untuk membuat aku berpikir sehat. Yaah aku memang harusnya mulai berpikir sehat. Tapi ternyata hatiku saat ini terlalu mendominasi akal sehatku.
"Kar...please....jangan paksa gw saat ini, gw siap terluka dan tersakiti Kar....gw cuma minta Lo tetep ada buat gw..." aku menggenggam erat tangannya.
Awalnya Karina hanya menatapku, lalu dia mendekatkan tubuhnya menghadap ku kembali. Aku yang sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk menangis dipelukan Karina. Akupun memeluknya dan menangis di pelukannya.
"Gw selalu ada buat Lo sya....apapun kondisinya dan gimanapun kondisinya...."
"Thanks Kar...."
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
Chick-LitWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
