Warning!!
DEWASA!!!
Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
Saya terus melihat orang-orang sekitar saya yang menikmati alunan musik di club ini. Ya saya sedang berada di club seperti hari-hari sebelumnya. Keadaan hari-hari saya kacau lagi semenjak Icha memilih menyelesaikan hubungan kita.
"Bro.." panggil Bragi membuat saya menoleh kearahnya.
"Kita pulang deh, lo udah seminggu kaya gini..kerjaan lo dari kemaren juga udah berantakan.." ucap Bragi lagi sambil berusaha membopong saya, ketika tubuh saya mulai kehilangan keseimbangan karena pengaruh minuman alkohol.
"Iya Dip...kita ke rumah Bragi deh.." saya masih terdiam berusaha menolak rangkulan Bragi dan menatap dalam Karina.
"Dia dimana Kar?, dia nggak tau apa hidup gw hancur 2kali lipat dari sebelumnya..." ucap saya sambil meneguk kembali minuman di hadapan saya.
"Dipta, lo kenapa milih berantakan kaya gini sih dibandingkan lo gentle ngadepin resiko dari apa yang udah lo pilih. Lo tau kan, lo sama dia itu emang gak akan bisa bareng. Dan kalo lo mau tau sekarang dia dimana. Dia lagi bulan madu anniversary 6th sama Kiyan. Dia bahagia, dia memilih kembali ke kehidupan sebelumnya bersama keluarganya, dan dia berharap lo juga begitu Dipta...bukan kaya gini... Gw sama Bragi nggak akan ngebiarin lo lebih hancur dari sebelumnya. Gw sama Bragi nggak akan ngebiarin lo berlarut -larut sedih dan hancur kaya dulu. Lo tau kenapa? Karena lo sekarang punya keluarga yang lo harus perhatikan juga. Lo kembali ke mereka, seperti Arisya..."
Saya hanya tertawa miris mendengar ucapan Karina. Gimana bisa saya baik-baik saja seperti Icha. Kalau sebelum adanya Astri dan Ganesh aja, saya pernah patah hati seperti ini karena Icha yang memilih menikah dengan orang lain. Dan setelahnya dengan paksaan saya harus menikah dengan Astri dan dengan tuntuttan juga saya harus memiliki Ganesh. Tapi ternyata itu semua tidak bisa merubah hati saya yang masih terpaut memikirkan Icha.
"Lo tau Kar... Dulu pernah ada yang bilang sama gw, untuk melakukan sesuatu kalau gw emang mencintai. Dan gw melakukannya. Tapi lagi-lagi harapan gw dipatahkan. Dia bisa kuat, tapi gw nggak. Dan dalam ilusi gw itu adalah kesalahan gw. Gw lengah, gw lupa kalau gw cuma bisa berharap. Dan sekarang setelah semuanya udah gw lakuin. Nggak ada yang bilang kaya gitu lagi. Nggak ada yang bilang gw harus tetap melakukan sesuatu kalau gw emang masih mencintai. Lo semua tuh menjebak gw untuk hancur lagi saat ini. Sekarang dia pergi, dengan mudahnya dia pergi. Dan dia sudah memenangkannya. Dia juga bisa ngasih tau kalian, bilang sama kalian yang telah gw lakukan semuanya. Bilang sama semua orang kalau dia bahagia, bahagia karena hati gw hancur. Semua bekas luka gw terbuka, dan ya bilang sama semuanya. Bilang kalau harapan gw ternyata mustahil. Iya kan mustahil..." Racauku sambil menangis kalau saya teringat lagi tentang harapan-harapan saya mengenai cinta kepada Icha.
"Bro... Kita pulang..." Bragi langsung mengangkat tubuhku dengan tenaga yang maksimal dan langsung membawaku keluar dari club dibantu oleh Karina yang juga merangkulku dari sisi sebelahnya.
Sampai dimobil saya tidak berontak, saya mengikuti mereka membawa saya kemanapun mereka pergi. Samar-samar saya mendengar percakapan antara Bragi dan Karina.
"Kita bawa kemana ini?" Terdengarnya suara Bragi.
"Ke rumah kamu aja, sampai sekarang aku belom tau apartemennya dimana..."
"Yaudah oke...mmm...menurut kamu Arisya perlu tau hal ini?"
"Nggak...jangan pernah libatin Arisya lagi dalam urusan Dipta. Dia sudah memilih, kita harus mendukung penuh keputusannya. Karena memang ini adalah keputusan yang seharusnya. Dan Dipta harus perlahan menerimanya juga"
"Ya kamu bener...aku cuma terlalu khawatir sama keadaan Dipta"
"Atau kamu hubungin Fita. Karena terakhir Fita itu yang nemenin Dipta kemana-mana kan..."
"Mmm oke...wait...aku hubungin dia sekarang. Biar saat ini kita bawa Dipta ke apartnya dan Fita nemuin dia di apartnya.
Dan sepertinya Bragi menghubungi Fita. Ternyata saya nggak sekuat yang saya kira. Hati ini benar-benar rapuh bahkan hancur melebihi dari yang pernah saya rasakan.
Author Pov
Bragi menghubungi Fita dan memberitahukan kondisi Dipta. Dia meminta alamat apartemen Dipta agar bisa membawanya ke apartemennya dan meminta Fita untuk datang menemui Dipta.
Kalau dihitung hari semenjak hari patah hatinya. Sudah seminggu Dipta terus-terusan berteman lagi dengan minuman beralkohol dan tidak pulang ke rumah. Dipta beralasan sedang dinas ke luar kota. Hampir tiap malam Astri menghubunginya lewat WA tapi hanya dibalas seadanya saja. Bahkan Diptapun tidak pernah komunikasi dengan Ganesh. Tanpa Dipta tau, batinnya Astri mencurigai sesuatu, tapi dia tetap diam dan mengikuti arahan pilihan Dipta. Astri menghandle kondisi Ganesh yang sering menanyakan yahndanya karena kangen. Dan ternyata Astri pernah ngehubungin Bragi membicarakan kondisi Ganesh.
Flashback On
"Aku nggak tau apa yang lagi Dipta hadepin,dan aku nggak menuntut Dipta untuk menerima tlp atau WA dari aku. Tapi aku minta tolong, sediain waktu untuk bisa komunikasi dengan Ganesh. Karena dia kangen sama ayahnya. Dia mau video call sama ayahnya. Jadi tolong hubungin Ganesh dan pikirkan Ganesh. Sekalipun saat ini dia bohongin aku dan sebenarnya lagi nggak di luar kota. Aku nggak masalah Bragi...tapi tolong ingetin dia untuk tetap memikirkan Ganesh..." Dengan sengaja Astri menelpon Bragi untuk memberitahukan tentang Ganesh.
"Iya Astri...pasti saya sampein ke Dipta. Saya mohon kamu bisa bersabar..."
"Aku bisa Bragi tapi tidak dengan Ganesh. Terlalu banyak kalimat yang udah aku rangkai untuk jadi alasan ke Ganesh..."
"Iya Astri...saya akan berusaha mengingatkan Dipta untuk itu..."
"Terima kasih Bragi..."
Tlp terputus dan...
Flashback Off
Bragi dan Karinapun membawa Dipta ke apartemennya. Mereka yang sama-sama baru pertama kali mengetahui apartemen Dipta. Sedikit mengamati keliling apartemen ini. Ternyata apartemen ini cukup besar kalau hanya ditinggali Dipta sendirian. Dan apartemen ini hanya sebagai tempat persinggahan Dipta selama 7 tahun ini.
Setelah membaringkan Dipta di kamarnya. Karina dan Bragi duduk di depan tv sambil beristirahat dan menunggu Fita.
"Ternyata Dipta sudah menyiapkan ini 7tahun lalu ya..." ucap Bragi sambil melihat sekeliling apartemen ini.
"Yaa dan aku baru tau soal ini. Ternyata ini yang dia selalu bilang apartemen milik dia dan Arisya, dia bermimpi bisa membangun keluarga dengan Arisya dan tinggal di apartemen ini. Lalu setahun belakangan ini mereka selalu disini. Aku mengerti patah hatinya Dipta ketika dia ada di apartemen ini. Mengingat semua kenangan-kenangannya dengan Arisya yang seperti harapannya selama ini..." Karina mengucap lirih menggambarkan perasaan Dipta.
Setelah hampir 1jam, akhirnya Fita datang. Merekapun ngobrol bertiga mengenai kondisi Dipta. Walaupun baru seminggu. Tapi mereka tidak ingin situasi Dipta dulu terjadi lagi saat ini. Karena saat ini ada Astri terutama Ganesh yang harus dipikirkan oleh Dipta.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.