Usai Disini

289 12 4
                                        

Astri Pov

Aku terkejut ketika mendengar Dipta memutuskan untuk selesai semuanya. Aku tidak menyangka hubungan yang udah aku jaga selama hampir 5 tahun ternyata harus tetap selesai.

Aku terdiam menangis setelah tidak bisa lagi menahan ketenanganku. Dan Dipta kurasa dia hanya bisa diam. Apa yang bisa dia lakukan lagi selain menatapku atau bahkan mengabaikan yang aku rasakan.

Tapi tiba-tiba aku merasakan ada pelukan erat dan membuat nangisku lebih pecah dari sebelumnya.

Dipta memelukku dan terus mengatakan maaf dengan nada yang lirih.

"Maaf Ast...aku bener-bener minta maaf untuk semuanya. Kamu sudah terlalu lama tersakiti sama aku. Dan aku nggak mau seumur hidup kamu harus berkorban untuk ini. Aku nggak mau menyakiti kamu selamanya. Kamu berhak bahagia Astri, berhak menggapai kehidupan yang lebih normal daripada ini. Maaf Astri... aku bener-bener minta maaf sampai kapan pun..." ucapnya yang terus memelukku.

Aku renggangkan pelukanku. Dan menatapnya. Hanya menatapnya, mencari cara untuk bisa meluluhkan hatinya.
Tapi tidak ada satupun alasan yang aku dapat untuk aku mempertahankan semuanya.

"Ya...
Lebih baik kita usai disini...
Sebelum cerita ini jadi lebih menyakitkan, bukannya aku mudah menyerah. Tapi aku menegerti kapan aku harus berhenti dan menunggu, karena nggak bisa selamanya.
Aku kira aku tegar, tapi semuanya berhasil menjatuhkan aku.
Kamu menepikan aku dan merenggut semua mimpi yang pernah aku ukir.
Seolah aku ini sama sekali tidak pernah jadi bagian besar dalam hidup kamu dan semuanya seperti hilang tanpa arti.
Tapi aku nggak akan pernah jera untuk mencintai. Aku tetap percaya tentang cinta.
Manis dan pahitnya aku terima dengan lapang. Dan buatku, kisah kita tetap berakhir dengan penuh makna..."

"Ya...aku menyetujuinya. Kita usai disini sebelum kamu menyakiti aku lebih dari ini. Bahkan ruang di hati aku untuk mencintai diriku aja nggak ada, aku terlalu mengisi penuh dengan kamu dan Ganesh.
Tapi ternyata itu terlalu naif dan aku akan mencintai diri aku sendiri. Seperti kamu, agar aku bisa mendapatkan kebahagiaan aku.
Yaaa...aku memang seharusnya tidak menyia-nyiakan hidup aku untuk seseorang seperti kamu.
Aku memaafkan kamu, apapun bentuknya aku memaafkan kamu untuk Ganesh..."

"Ast...aku...."

Aku langsung beranjak dari tempat duduk dan segera pergi ke kamar. Aku memang sudah menyiapkan tas yang berisi baju ku, sedangkan Ganesh usai tadi malam aku menangisi kondisi Dipta, aku sudah menyiapkan semuanya untuk Ganesh.

Ya dari semalam aku memang sudah memperkirakan semua ini akan terjadi, jadi aku sudah menyiapkan semuanya untuk kembali ke rumah mamah dan tinggal disana dengan Ganesh.

Aku keluar dari kamar sambil menenteng tas minggatku. Ketika berpapasan dengan Dipta. Dia menahanku.

"Apa ini?
Kenapa kamu bawa tas kaya gini?"

"Apa tujuan kamu menanyakan ini?
Ini semua sudah aku persiapkan. Sebelum kita bicara seperti ini aku sudah memutuskan untuk pulang ke rumah mamah dan tinggal disana dengan Ganesh..."

"Ini rumah kamu dan Ganesh, rumah ini juga beberapa bulan kamu tempatin, jadi bukan kamu yang harus pergi. Tapi aku...aku yang akan pergi dari sini..."

"Aku yang nggak sanggup tinggal disini Dipta...
Aku membiarkan kamu memilih langkah kamu, begitupun aku...." ucapku sambil melepaskan tangannya dan melangkah keluar rumah.

Aku melajukan mobil entah kemana. Hatiku sakit dan hancur. Aku mempertaruhkan harga diriku hanya untuk ditinggalkan seperti ini.

Belum sampai aku meraih yang aku inginkan, ternyata aku harus sudah berhenti dengan paksa. Akupun menelpon seseorang untuk bertemu.

LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang