Sampai Tutup Usia

779 9 0
                                        

Hari-hari yang aku lewati saat ini cukup menyita pikiranku. Bahkan aku merasa hubunganku dengan Kiyan sedang tidak seperti biasanya. Kiyan disibukkan dengan urusan kerajaannya, sedangkan aku sibuk memikirkan kondisiku yang mencintai dua orang dalam bersamaan.

Aku duduk sendiri sambil meminum kopi panas di ruang makan dengan suasana yang sudah sepi. Kiyan dan anak-anak sudah terlelap dalam tidurnya.

Banyak hal yang aku pikirkan sampai aku tidak bisa tidur cepat malam ini. Padahal besok aku harus bangun lebih awal dari biasanya. Pesenan rice bowl aku untuk besok cukup banyak.

Aku menyenderkan kepalaku diatas kedua tanganku yg terlipat diatas meja makan. Aku berusaha menghilangkan pikiran kacauku. Tiba-tiba terasa ada dua tangan menyentuh kedua pundak ku lalu ada yang mencium pucuk kepalaku. Akupun segera mengangkat kepalaku dan melihat kearah sosok yang sedang mendekat dipunggungku.

"Sayang...."
Kiyan tersenyum melihatku menyadari keberadaanku diantara ruang yang cukup gelap ini.

"Kamu lagi ngapain?, ini kan udah malem banget, ko belom tidur?" Kiyan menggeser bangku yang disebelahku dan duduk disitu.

"Hmm aku belom bisa tidur, jadi aku minum ini deh..."
Kiyan melirik kearah gelas yang sedang aku genggam.

"Kopi?"
Aku mengangguk.
"Belom bisa tidur ko malah minum kopi, yang ada kamu malah tambah gak bisa tidur dong sayang..." Kiyan mengelus lembut helaian rambutku.

"Kamu sendiri kenapa kebangun?, kan kamu akhir-akhir ini lagi sibuk di kantor. Pergi pagi-pagi banget pulang juga malem, kamu pasti lagi capek banget ..."
Kiyan tersenyum dan menggenggam tanganku.

"Yaa lumayan....lumayan capeknya, lumayan nyita waktunya, lumayan pusingnya, lumayan repotnya...."

"Hmmm tumben...tumben banget kamu ngeluh sama waktu kerja kamu...."

"Yaa....ternyata setiap orang punya titik jenuh...mungkin aku lagi dititik itu..."

"Titik jenuh?"

"Yaa....."

"Jenuh sama kerjaan kamu?"

"Mmm...tepatnya sama waktunya...."

"Hmmm...terus ada solusinya?"

"Solusi?"

"Iyaa solusi ilangin titik jenuhnya..."

"Hufh...sepertinya belom, tapi setiap pulang ke rumah bisa liat kamu sama anak-anak masih tersenyum, titik jenuh aku di waktu bekerja terobati...."

"Mm...emangnya kalau sama aku, kamu nggak ngerasain jenuh?"

"Hah...sama kamu?..."

"Iyaa...yaa kan tiap harinya kita melakukan kegiatan yang sama aja, itu lagi itu lagi dengan kegiatan yang hampir sama....emangnya kamu gak jenuh?"

"Gak...
Aku gak pernah ngerasa yang kita lewatin sama aja...setiap harinya ada cerita ko, setiap harinya berbeda...yaa walaupun beberapa waktu sekarang kita punya waktu terbatas karena kesibukanku dan kegiatan baru kamu....dan aku mau minta maaf sama kamu...minta maaf karena aku yang lagi kurang punya waktu berbagi sama kamu dan anak-anak...."

"Emmm.....kamu kenapa harus minta maaf?, kan emang kerjaan kamu lagi banyak-banyaknya dan aku sama anak-anak pastinya ngerti ko sayang..."
Aku membalas genggaman tangannya.

"Yaa...aku udah duga pasti jawaban kamu kaya gini....tapi gimanapun aku bener-bener minta maaf sama kamu dan anak-anak, khususnya kamu. Aku bener-bener terlalu nyurahin waktu aku saat ini ke kerjaan. Sampai aku cuma bisa berbagi waktu disaat jam makan malam setelahnya aku langsung istirahat tidur, sedangkan pagi-pagi aku udah langsung siap-siap berangkat ke kantor, untuk sarapan sama kamu aja seperti biasa udah nggak sempet. Yaa aku sadar ko aku salah....maaf yaa....mungkin seharusnya aku tetep bisa berbagi waktu sama kamu untuk saling cerita dan sharing seperti biasanya. Maaf kalau kamu harus menyimpan cerita kamu sendiri seperti saat ini....."

LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang