Berjumpa

891 10 0
                                        

Sudah tujuh hari aku istirahat setelah pulang dari rumah sakit. Dan hari ini aku mulai menerima pesanan dari Karina lagi. Sebenernya suami masih khawatir aku kecapean, tapi karena hari ini di kantor Karina ada meeting dan seperti biasa pesenan rice bowlnya tuh nggak pernah nanggung-nanggung, jadi ya dengan senang hati aku menerima tawaran pesenan itu.

"Kalau bisa makanannya di delivery aja yank pake taksi online" ujar suamiku sambil bersiap-siap untuk berangkat kerja.

"Yaah jangan dong sayang, nggak apa-apa ko aku yang anter sendiri, kan aku udah ada langganan taksi online juga" jawabku sambil membereskan gelas dan piring bekas sarapan suami.

"Yaa karena udah langganan, kamu minta tolong aja sama bapaknya untuk dia yang nganter"

"Hmm sayang aku nggak apa-apa ko, lagian juga aku udah kangen sama Karina. Nggak apa-apa kan anak-anak aku titip ke Ka Nisa dulu kaya biasa?"

"Iyyaaa nggak apa-apa, aku minta kamu nggak kesana itu karena aku masih khawatir aja sama kondisi kamu, ya tapi kalau kamu ngerasa udah baikan dan kaya biasa kamu yang jalan yaudah, yang penting kamunya jangan maksain diri aja..."

"Iyaa sayaangku....." aku menghampirinya sambil memeluk lembut tubuhnya.

"Mmm...sayang kalau kita beli mobil lagi dan kamu belajar nyetir mobil gimana?" ujar suamiku sambil membalas pelukanku lebih lembut.

"Untuk apa sayang?" aku menatapnya.

"Yaa untuk kamu kalau anter makanan-makanan itu, jadi kan kamu nggak repot-repot"

"Mmm nggak usahlah sayang....aku malah lebih nyaman pake taksi online kaya gini, malah nggak cape harus nyetir" jawabku lalu melepas pelukan sambil mengambil tas kerja suami yang masih tersimpan rapih di bangku.

"Serius?, tapi kalau kamu akhirnya emang perlu kendaraan, kamu langsung bilang ya sama aku, insya Allah aku usahain untuk punya kendaraan sebagai transportasi kamu" ujar suamiku sambil menerima tas kerja yang kuambilkan dan membelai helaian rambutku.

"Iyyaaa kalau nanti usaha aku udah semakin meluas, mungkin aku akan langsung minta dibeliin mobil box sama kamu...." gurauku sambil menggandeng manja lengan suamiku dan berjalan bersama kearah luar rumah.

Suamiku tertawa mendengar gurauanku. Lalu ia langsung pamit untuk berangkat kerja.

"Aku berangkat dulu ya sayang, nanti kamu ati-ati ya dijalan dan jangan terlalu lama di luar, ntar kamu kecapean lagi"

"Iyyaaa sayang aku janji nggak akan terlalu lama"

"Yaudah, Assalammualaikum"
Kiyan pun mencium kening dan sekilas mengecup bibirku seperti biasa lalu langsung masuk kedalam mobil untuk segera melaju ke kantornya.

Setelah keberangkatan Kiyan, seperti biasa aku membereskan kembali pesenan Karina dan juga pesenan Dipta. Yaa Alhamdulillah hari ini lumayan seru juga masaknya, karena aku bikin sekitar 50 Rice Bowl. 35 cup pesenan dari Karina dan 15 pesenan dari Dipta. Dan nggak pernah lupa aku selalu melebihkan tiga cup Rice Bowlnya, untuk aku, Dipta dan Karina.

Sudah selesai semuanya, kak Nisapun sudah datang untuk menemani anak-anak. Tinggal langsung berangkat menuju kantor Karina karena pas banget taksi online langgananku sudah ada di depan rumah.

Jujur aku sangat ingin cepat sampai di tempat Karina, aku kangen banget sama Dipta. Karena terakhir ketemu Dipta itu waktu dia besuk aku di rumah sakit 10 hari lalu.
Diperjalanan aku dan Dipta saling membalas pesan, ternyata dia masih ada urusan di kantor kecamatan. Jadi nanti aku hanya akan dijemput oleh temannya yang bernama Bragi di kantor Karina dan langsung dianter ke kantor kecamatan yang disana ada Dipta.

LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang