"Sayang...." aku mendengar suamiku memanggilku dari luar. Lalu menghampirinya jalan menuju ruang tengah dari kamar.
"Iya ayah...." sahutku.
"Udah siap?"
"Nih...(aku sambil menunjukkan dua kantong tas ukuran sedang dan kecil dikedua tanganku)...anak-anak kemana sayang?"
"Udah nunggu didepan, mereka kan kalau udah siap nggak sabar untuk langsung pergi..." sambil mengambil alih bawaanku dan berjalan dibelakangku yang menuju kedepan rumah untuk menyusul anak-anak.
Semua sudah siap, kita pun langsung meluncur ke arah puncak tepatnya ke Taman Safari. Perjalanan menuju ke sana cukup memakan waktu yang lama, karena kita berangkat dari rumahnya agak kesiangan. Jadi kita udah kena jalur tutup buka menuju keatas jalanan puncak.
Sambil menunggu jalur ke atas dibuka, aku menyuapi anak-anak. Aku bekal beberapa makanan-makanan ringan seperti lontong isi, pastel, risol mayonaise dan beberapa botol air mineral.
Setelah 30menit menunggu, akhirnya jalanan menuju kearah atas puncak dibuka. Kitapun on the way untuk berekreasi ke Taman Safari Indonesia.
Dengan suka cita kita terus bergurau sambil bernyanyi-nyanyi selama diperjalanan. Ibaz dan Khana juga tidak henti-hentinya saling melempar canda dengan ayahnya.
Saking bahagianya selama diperjalanan, tidak terasa kita sudah sampai di tempat tujuan. Aku melihat anak-anak semakin senang, karena mereka akan melihat banyak binatang di tempat ini secara langsung dan dari jarak dekat.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke dalam Taman Safari, aku pindah duduk ke depan sambil tetap memangku Khana. Sedangkan Ibaz yang tadi duduk sendirian di depan sekarang duduk ditengah-tengah antara aku dan ayahnya. Setelah selesai mengatur posisi duduk, kitapun melanjutkan perjalanan masuk ke dalam Taman Safarinya.
Baru masuk Taman Safari kita melihat binatang-binatang liar yang ramah dengan manusia, seperti kuda Nil, kijang, rusa, zebra dll. Semakin kedalam semakin banyak binatang yang kita jumpai, dan anak-anak begitu antusias. Apalagi Khana yang baru mengerti rekreasi, ekspresinya melebihi ekspresi Ibaz ketika melihat binatang-binatang itu. Mungkin karena dia sebelumnya udah pernah juga beberapa kali main ke Taman Safari. Sedangkan Khana saat itu masih terlalu kecil untuk mengingat kalau dia juga udah pernah kesini.
Sampai diujung Taman Safari, kita memarkir mobil untuk jalan-jalan menjelajahi tempat wisata lainnya yang ada di Taman Safari ini. Sudah ada list beberapa lokasi pertunjukkan yang akan kita jumpai, namun sebelumnya suami dan aku mengajak anak-anak menunggangi gajah dan unta terlebih dahulu. Awalnya Ibaz dan Khana ketakutan, tapi setelah Gajah lalu kemudian Unta berjalan mereka menikmatinya sambil terus mengajak ngobrol.
Selesai menunggangi Gajah dan Unta, kitapun langsung jalan menuju area pertunjukkan lumba-lumba yang berada agak jauh dari tempat Gajah dan Unta tunggang. Tapi anak-anak terlihat tetap antusias, aku menggandeng Ibaz disebelah kiriku dan Khana ada di gendongan sebelah kanan ayahnya, sedangkan aku selalu berada dalam pelukan pinggang suamiku.
Disepertiga jalan kearah area pertunjukkan, aku lumayan terkejut karena aku melihat seseorang yang sebenarnya tidak ingin aku jumpai saat ini. Dia Dipta bersama istri, anak dan keluarga besarnya. Aku menyadari keberadaan dia disana karena aku merasa sudah diperhatikan seseorang dari tadi, ketika aku melihat kearah seseorang yang sedang fokus memperhatikanku ternyata seseorang itu Dipta yang sedang menggendong anak kecil, dan aku rasa itu adalah anaknya. Aku coba mengalihkan pandanganku, entah kenapa aku tidak ingin bertatap muka dengannya bahkan aku tidak ingin bertegur sapa dengannya.
Aku berusaha tetap berjalan santai dengan anak-anak dan suamiku. Sedikit aku melirik kearahnya, ternyata tatapan dia tidak lepas dari arahku.
Sampai di tempat pertunjukkan, aku, anak-anak dan suami segera mengambil alih tempat duduk dibarisan tengah jejeran tengah ke tiga. Ketika sedang fokus mengatur posisi duduk, aku melihat Dipta dan keluarga juga memasuki area yang sama denganku. Mereka duduk di barisan depan di jejeran tengah kedua.
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
ChickLitWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
