Aku sedang dalam perjalanan menuju kantor Karina. Selama di perjalanan aku menunggu kabar Dipta. Tapi sampai lima menit lagi aku sampai di kantor Karina belum juga ada tanda-tanda kabar dari Dipta. Mungkin hari ini tidak akan ada pertemuan dengannya. Kenapa?, apa mungkin kejadian ketemu Fita kemarin ya....
Dan entah apa yang membuat aku juga mengurungkan niat menghubunginya. Aku hanya berpikir kalau sampai nanti sudah ketemu Karina dan Dipta juga belum menghubungi apalagi datang ke tempat Karina. Ya sudah aku akan pulang dan tidak akan menunggunya lagi.
Sudah sampai aku di depan gedung kantornya Karina, akupun langsung berjalan menuju tempat biasa aku janjian sama Karina sambil membawa beberapa pesanan Rice Bowl dari teman-teman Karina dan pesanan Rice Bowl dari teman-temannya Dipta. Kalaupun dia tidak datang, aku bawa pulang lagi Rice Bowl ini dan biar jadi santapan buat di rumah.
Dari jarak beberapa meter aku sudah melihat Karina sedang duduk sendiri. Yaa Dipta nggak ada, berarti dia memang tidak datang. Perasaanku sangat kecewa, untuk mengabari jadi datang atau tidak saja nggak ngabarin. Aku sudah bangun lebih pagi karena harus menyiapkan 7 Rice Bowl tambahan buat pesanan teman kantornya. Tapi sepertinya aku lebih merasa kecewa karena hari ini tidak ada pertemuan yang sudah kubayangkan.
Aku segera menghampiri Karina dan seperti biasa kita berpelukan saat ketemu.
"Lo udah dari tadi Kar?" tanyaku sambil memberikan pesanannya dan duduk disampingnya.
"Nggak ko..baru 5 menit lah...tuh Dipta juga lagi di toilet, dia juga baru dateng" jawabnya sambil memberitahu ternyata Dipta datang.
"Ooh...gw kira belom dateng..."
"Udah ko, tapi baru juga terus langsung ke toilet...eh nggak lama lo muncul....emang dia nggak ngabarin lo?"
"Belom sih...mungkin dia ribet kali, tapi dari kemaren emang udah janjian. Nih dia pesen lagi..." Aku menunjukkan satu bungkusan yang isinya pesenan Dipta.
"Iyaa tadi juga pas baru nyampe dia nyariin lo, katanya mesen makanan juga dari lo..."
Aku cuma mengangguk sambil melirik ke sosok Dipta yang sedang berjalan ke arah kami.
Sampai didepan kami, Dipta langsung duduk di depan ku.
"Yuk Cha..langsung..."
Aku dan Karina menoleh kearahnya.
"Loh cepet banget Dip.. kirain kita mau ngobrol-ngobrol dulu..."
"Gw lagi mobile Kar...jadi nggak bisa lama-lama....yuk Cha...soalnya kita juga harus nganterin pesenan dulu ke kantor..."
"Oh...yaudah hayu..." jawabku sambil mengambil bungkusan pesenan Dipta yang aku simpan di atas meja depanku. Awalnya aku mau BT sama Dipta, karena dia nggak ada kabar sama sekali hari ini. Tapi ngeliat dia berusaha menyapaku, aku nggak bisa mengalihkan diriku yang terlanjur senang karena ternyata aku hari ini ketemu sama dia.
Aku dan Diptapun berpamitan dengan Karina. Aku mengikuti langkah Dipta yang berjalan terlebih dahulu ke arah basemen dan terpisah dengan Karina yang kembali ke ruangannya.
Sampai di mobil, Dipta langsung melajukan mobilnya ke arah kantornya dahulu untuk mengantarkan pesanan teman-temannya. Selama diperjalanan kita tidak seperti biasanya, tidak ada pembicaraan yang hangat, tidak ada interaksi yang intim, tidak ada suasana yang nyaman. Dipta lebih banyak diam, berbicara hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan ku. Aku agak heran dengan sikapnya Dipta hari ini. Tapi aku tetap berusaha tenang dan berpikir positif.
Sampainya di depan kantor Dipta. Sudah ada seseorang yang menunggu di dekat parkiran mobil. Seseorang itu memiliki badan yang tegap dan agak tinggi serta wajah yang menurutku cukup tampan dengan kulit bersih putih, mata yang tajam, hidung yang mancung, bibir yang tipis agak merah dan jambang yang menyatu dengan jenggotnya. Dia adalah teman Dipta yang ku tahu namanya Bragi. Yaa aku mengetahuinya karena ini pertemuan kedua kami setelah beberapa waktu lalu Dipta juga pernah mengajakku kesini mengantar pesanan. Dan saat itu kami hanya kenalan begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
ЧиклитWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
