Hari ini seperti biasa aku membuat lunch untuk di kantornya Karina. Aku sudah janjian di tempat biasa dengan Karina sekitar jam 11.00. Sekarang aku lihat sudah jam sepuluh lewat lima belas menit. Dan aku masih menyiapkan bawaanku. Aku juga sebenernya sedang menunggu tetanggaku yang sudah terbiasa datang kesini untuk menemani anak-anak ketika aku sedang mengantarkan pesenan-pesenan makanan. Menyiapkan packingan terakhir aku mendengar suara kak Nisa mengucapkan salam.
"Assalammualaikum"
"Waalaikumsalam kak, masuk kak"
Aku melihat kak Nisa sudah masuk dan langsung berjalan ke arahku yang siap mengangkut semua pesanan ini.
"Maaf ya sya, aku baru Dateng. Baru pulang dari rapat orang tua di sekolahannya Abang"
"Iya kak gak apa-apa. Aku langsung jalan ya kak, bentar lagi taksi onlinenya Dateng. Aku mau nunggu di depan sana aja"
"Oh ya udah iya, anak-anak dimana sya"
"Oh anak-anak di kamar kak lagi nonton tv, mereka udah pada sarapan. Nanti kalau mereka minta susu tolong langsung kasih aja ya kak"
"Iya sya, yaudah aku ke kamar deh ya nemenin mereka"
"Iya kak, aku juga berangkat. Assalammualaikum"
"Iya ati-ati, waalaikumsalam"
Akupun segera berangkat untuk menunggu taksi online di depan rumah biar langsung jalan ketika taksi online ku datang. Hari ini Alhamdulillah pesenan untuk lunch nya cukup banyak karena departemen marketing di kantor Karina akan ada meeting dengan supplier dari luar kota. Jadi Karina memesankan lunch nya dari aku. Alhamdulillahnya juga temen-temen kantornya Karina memang sangat menyukai masakanku dan sudah menjadi langgananku selama satu tahun lebih ini.
Akupun dalam perjalanan menuju kantor Karina. Yaa tepatnya aku janjian bertemu dengan Karina di Bengawan Solo yang berada di area lobby gedung kantornya Karina. Tapi sepertinya aku akan telat beberapa menit. Karena saat ini jalanan menuju kantor Karina lumayan padat juga.
Masih diperjalanan HP ku berdering.
"Ya halo"
"Halo, kamu masih dijalan?"
"Iya aku masih dijalan, tadi aku sedikit repot jadi agak telat"
"Oh, sekarang posisinya dimana?"
"Udah agak Deket sih kurang lebih 10menitan lagi nyampe"
"Oh yaudah, aku udah di TKP ya sama Karina, kamu ati-ati ya Cha"
"Iya dip...maaf Yaa telat"
"Nggak apa-apa, aku juga jadi ada waktu ngobrol-ngobrol sama Karina berdua, hahahaha"
"Hmm syukur deh, aku udah takut kalian kesel"
"Ya nggak lah Cha, yaudah ya Cha kita tunggu, kamu ati-ati ya, see u"
"Iya see u dip"
Telepon terputus. Dan ya itu telepon dari Dipta. Hari ini aku juga janjian sama Dipta untuk ketemu bertiga bareng Karina. Dan Dipta juga memesan 3 rice bowl aku untuk lunch sama temen-temennya. Yaa rezeki hari ini berlimpah.
Setelah 45menit diperjalanan akhirnya nyampe juga aku di gedung ini. Akupun langsung berjalan menuju Bengawan Solo tempat aku janjian sama Karina. Sampai disana aku melihat Dipta sedang ngobrol lumayan intim dengan Karina, posisi mereka duduk juga cukup dekat, mungkin karena Dipta duduk satu sofa dengan Karina kali ya dan aku lihat masih ada dua bangku bulat kosong didepan mereka. Akupun langsung menghampiri mereka dan langsung berdiri di depan salah satu bangku bulat tersebut.
"Hai Karina" aku menyapa Karina, memeluknya seperti biasa.
"Hai Dipta" aku berniat hanya menyalaminya, tapi dia sedikit menarik tanganku dan mendekatkan badannya memelukku seperti aku tadi berpelukan dengan Karina.
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
ЧиклитWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
