Dipta pov
Setelah menghabiskan semalam bersama Arisya di Bandung dan sudah mengantarnya pulang dengan selamat, saya langsung pulang ke rumah. Tapi ketika sampai di rumah, saya melihat rumah sepi. Sepertinya Astri istriku dan Ganesh anakku sedang tidur.
Saya masuk dan langsung menuju kamar tidur, memastikan kalau mereka berdua ada disini.
"Mas..." panggil Astri, saya menoleh ke arah nya. Dan ternyata mereka dari luar. Entah dari mana, sepertinya habis membeli beberapa makanan. Karena saya melihat beberapa kantong dari resto makanan cepat saji.
"Kamu udah pulang?" Tanya Astri sambil melangkah masuk menghampiri saya bersamaan dengan langkah Ganesh.
"Iya...kamu dari mana?" Tanya saya sambil merengkuh tubuh kecil Ganesh yang langsung memeluk manja.
"Ini dari beli makan, kamu udah makan?" Astri tetap seperti biasa memperhatikan saya walaupun saya sering terlihat cuek kepadanya.
Astri pasti langsung mencium pipi saya kalau kita bertemu dan tetap memberikan senyum yang hangat setiap menyambut saya.
"Udah ko, tapi pasti laper lagi sih...kamu beli buat aku nggak?" Tanya saya sambil berarah ke sofa untuk duduk dan memangku Ganesh.
"Ya pasti dong...masa iya suami mau pulang nggak disediain makanan...." sahut Astri sambil melangkah menuju ruang makan dan menyimpan kantong-kantong tersebut disana.
"Hai jagoan yahnda..." sapa saya pada Ganesh sambil menciumi pipinya.
"Hai yahnda, pasti yahnda capek ya..." tanya Ganesh sambil menatap saya dengan tatapan polosnya.
"Mmm yaa sedikit...tapi kalau udah ketemu Ganesh pasti yahnda udah nggak cape lagi..."
"Mau Ganesh pijitin nggak yahnda?" Tanya Ganesh dengan wajah yang serius.
"Nggak usah boy...dipeluk-peluk kamu gini aja udah bikin badan yahnda seger lagi ko..." sahut saya sambil terus memeluknya. Dia yang menerima respon pelukan saya bertubi-tubi, tertawa senang sambil merasa kegelian sepertinya.
Sayapun bebersih dan segera menemui mereka di ruang makan. Ganesh sedang melahap makanannya dengan serius, sedangkan Astri masih mamainkan hp nya, walaupun makanan milikny sudah tertata rapih dihadapannya begitu juga makanan yang sepertinya disediakan untuk saya sudah tertata.
"Kok belom dimakan makanannya?"
Astri menatap saya lalu menyimpan hp nya dan memposisikan duduknya untuk segera memakan makanan itu bersama saya.
"Nungguin kamu lah mas..." jawabnya.
"Yaudah yuk makan..."
Saya dan Astri pun makan bersama. Saya memang tak pernah banyak bicara di rumah ini, terutama dengan Astri. Cuma beberapa kalimat dan hal-hal yang memang perlu dibicarakan kita baru ngobrol, hal paling penting kita bicarakan pasti mengenai Ganesh atau tentang keluarga. Tapi kalau untuk berbagi cerita keseharian kita, bertukar pendapat untuk permaslahan dari masing-masing itu nggak pernah.
Kalaupun pernah beberapa kali Astri coba untuk menjalani hubungan sewajarnya pasangan suami istri di awal kita menikah, tapi karena saya membatasi diri untuk meresponnya. Astripun nggak pernah lagi berbagi cerita yang lain tentang kesehariannya ataupun kehidupannya di luar rumah ini.
"Mas...lusa jadi ke luar kota lagi?"
"Iya jadi..."
"Oh...berapa lama?"
"Seminggu, karena harus kedua tempat, Malang dan Brebes"
"Mmm...aku kira weekend depan kita bisa ajak Ganesh jalan-jalan liburan..."
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
ChickLitWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
