Ku Cinta Kau dan Dia

1.8K 14 0
                                        

Pagi yang membawa aku dalam kondisi tidak baik. Tiba-tiba kepalaku terasa sakit, perutku mual, nafsu makannya juga tidak ada. Sampai suamiku izin untuk tidak pergi ke kantor hari ini.

"Sayaaang...kamu sarapan bubur dulu ya...."

"Tapi aku mual yah...rasanya isi perutku mau keluar semuanya..."

"Iyaa aku tau, tapi tetap saja perut kamu itu nggak boleh kosong sayaaang, harus ada asupan ke tubuh kamu...."

Suamiku sedikit memaksa untuk aku memakan bubur yang sudah dia beli.

"Lalu anak-anak dimana yah?"

"Mereka lagi main di ruang tengah, aku juga membelikan mereka bubur untuk sarapan..."

Aku menatap penuh suamiku dengan senyuman.

"Kenapa kamu liatin aku sambil senyum-senyum gitu?"

Aku menggenggam erat tangannya
"Maaf yaa aku repotin kamu sampe harus izin dan mengurus aku serta anak-anak sendiri seperti ini...."

"Untuk apa minta maaf sih sayang....memang sudah seharusnya aku merawat kamu dan anak-anak. Anak-anak itu hadir menjadi tanggung jawab sama-sama, disaat aku mencari nafkah kamu yang mengurusnya, disaat kamu perlu istirahat aku yang mengurusnya. Begitu juga aku perlu mengurus kamu yang sudah menjadi tanggung jawabku dunia akhirat..."

"Makasih yaa sayang....mmm...sayaaaang banget sama kamu..."

"Apalagi aku...rasa sayang aku ke kamu itu lebih dari yang kamu rasain.. dan aku yang lebih ngucapin makasih ke kamu karena sudah rela ngabisin waktu kamu hanya untuk mengurus rumah dan anak-anak untuk aku...."

Suamiku memelukku dan mencium keningku dengan lembut. Tiba-tiba aku menitikkan air mata, sungguh Tuhan sudah sangat baik memberiku suami yang begitu sempurna. Dia tidak pernah menyakiti dengan cara apapun. Dia tidak pernah mengurangi rasa cintanya untukku. Tapi kenapa aku harus dipertemukan dengan Dipta. Orang yang lebih awal menyimpan cinta terdalam dalam ujung hatiku.

Sekian tahun aku tidak membuka namanya dihatiku. Sekian tahun aku tidak mengingatnya sebagai siapapun dihidupku. Tapi sekarang dia hadir dan membuka ujung hatiku yang telah terkunci. Dia hadir dan mengembalikan aku pada memori ku yang dulu. Aku seperti sedang melakukan perjalanan di masa lampau. Dimana aku merasakan cinta menggebu untuk seorang Dipta.

Menjelang siang aku merasakan badan ini semakin demam. Suamiku juga mengetahui hal ini, dia langsung mengambil keputusan membawaku ke rumah sakit, sebelumnya dia mengantarkan anak-anak ke rumah mamah Erina dulu.

Akhirnya akupun dirawat. Suamiku menemaniku terus sejak masuk rumah sakit.

"Sayang kamu makan dulu deh, dari tadi kamu udah bolak balik ngurus ini itu" sahutku sambil mengelus kepalanya.

"Kalau nanti aku turun untuk makan, kamu sendirian. Aku takut kamu nanti kenapa-kenapa"

"Nggaklah sayang, aku kan udah diinfus juga tadi juga udah minum obat. Kamu makan dulu sana, nanti kamu malah jadi ikutan sakit"

"Yaudah aku kebawah dulu ya beli makanan, kamu kalau ada apa-apa langsung panggil suster ya..."

"Iyaa sayaaang.... " aku mencium punggung tangannya yang dari tadi terus saja menggenggam tanganku.

Akupun sendirian di kamar ini, sambil merenung apa yang sedang terjadi padaku.
Saat ini ada dua orang yang sedang khawatir sekali dengan kondisiku dan keduanya sangat ingin merawatku. Ya suamiku dan Dipta. Tapi sayangnya aku sedang tidak bisa berkomunikasi secara intens dengan Dipta.

Aku hanya berkomunikasi dengan Karina karena Dipta meminta tolong Karina untuk terus mengetahui kabarku.

"Terus sekarang lo ada di ruang apa?, kayanya besok Dipta mau besuk lo deh. Tadinya ngajak gw tapi gw belom bisa ijin Sya...sorry ya..."

LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang