Bulan Madu Kedua

3.3K 25 0
                                        

Lima belas menit lagi aku dan Kiyan akan berangkat ke Bandung. Dan di rumah kita sejak kemarin sudah ada mamah Erina, mamah Winda dan Maira adik kandung suamiku. Kita sedang sibuk bersiap-siap, sedangkan anak-anak sedang bermain dengan Maira di halaman depan.

Sungguh hati kecilku sebagai ibu merasa sedih harus berjauhan 3 hari dari anak-anakku. Tapi menurut mamah Winda, aku dan Kiyan perlu berlibur berdua agar cinta kita selalu tumbuh dan menggebu-gebu.

Sebagai istri pun aku harus mengikuti keinginan suami yang butuh quality time berdua dengan ku.

Tepat jam 09.00 pagi kita berpamitan untuk berangkat ke Bandung.

"Mah maaf ya reportin, tolong temenin dulu Ibaz sama Khana ya mah" pesan ku sambil memeluk mamah Winda. Lalu gantian aku memeluk mamah Erina "Makasih ya mah udah mau nemenin Ibaz sama Khana"

"Iyaa kamu ati-ati dijalan, pokonya tenang aja disana ya, jangan banyak mikirin anak-anak biar pada nggak rewel" sahut mamah Winda setelah aku selesai bergantian memeluk mereka mamah-mamah ku.

"Iya nak jangan dikit-dikit mikirin Ibaz sama Khana disini, biar Ibaz sama Khana nya juga anteng disini" susul sahutan mamah Erina.

"Iya kak seneng-seneng aja disana sama abang Kiyan, disini juga kan ada Maira jadi bisa gantian buat ngurusin Ibaz sama Khana" Mairapun ikut mengingatkan aku agar aku melepas pikiran tentang anak-anak disini.

Tapi sungguh aku sedih, benar-benar sedih harus berjauhan dengan mereka. Aku pasti bakal kangen banget sama mereka. Dua puluh Empat jam aku sudah terbiasa sama mereka. Pasti saat ini aku bakal kangen dengan kebiasaan-kebiasaanku bersama mereka.

Suamiku memeluk erat pinggangku pertanda menguatkan aku. Dia pasti paham betul sama perasaanku saat ini.

"Mamah, Maira titip anak-anak yaaa" pesan suamiku sambil mencium tangan mamah Erina, mamah Winda dan mengulurkan tangannya kearah Maira untuk salaman

"Iya bang, Abang disana ati-ati. Gak usah kepikiran sama anak-anak. Kan ada Maira sama mamah sama mamah Winda"

"Iya makasih ya " sahut kita kompak.

Aku sengaja membiarkan anak-anak bermain didalam, sebelum aku pamitan sama mamah-mamah dan Maira. Aku sudah memeluk mereka secara intens dan lama. Lalu aku meminta mereka untuk bermain di dalam rumah agar aku benar-benar terbebas dari bayang-bayang wajah mereka yang melihat keberangkatan ku dan papahnya.

Akhirnya aku dan Kiyan memulai perjalanan ke Bandung. Selama diperjalanan kita terus aja ngobrol santai menghilangkan perasaan aneh yang hanya berdua saja. Karena kita sudah terbiasa pergi berempat. Didalam mobil selalu aja ada kegaduhan-kegaduhan dan ocehan-ocehan mereka yang membuat kita berdua terkadang mengomel seringnya ikut tertawa.

Tiga jam sudah kita tempuh perjalanan ke Bandung. Berhubung ini weekend jalanan menuju Bandung tadi cukup padat. Tapi memang kita sengaja ambil tiga hari dari hari Sabtu agar saat pulang menuju Jakarta perjalanan kita lancar. Dan yaa suami juga sudah ambil cuti 2 hari. Hari Senin dan Selasa.

Oia aku mau pamer loh. Hari ini tuh sebenernya tepat hari anniversary aku dan Kiyan. Selain alasan yang tadi, kita memutuskan baru berangkat hari ini, karena memang sengaja kita mau ambil moment untuk bisa dinner di hari anniversary pernikahan kita yang ke Lima.

Sampai saat ini akupun belum tau dimana kita akan menginap. Kiyan sengaja menyembunyikannya karena ingin memberi surprise untukku. Sungguh penasaran aku akan menginap di hotel mana.

Aku benar-benar selalu rindu kota ini, kota Bandung. Aku menghirup udaranya, aku menatap penuh setiap sudut jalannya, aku menjelajahi setiap sudut tempat-tempat favorit aku saat kuliah di kota ini.

LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang