Aku dan Dipta terus saling berbalas ciuman, semakin liar gerakan kami. Rasa yang sudah ku tahan dari awal bertemu dengan Dipta sudah tak terbendung lagi. Aku meluapkannya lewat ciumanku dan geliatnya tubuhku saat mendapatkan sentuhan-sentuhan Dipta.
Perlahan Dipta melepaskan semua helaian baju dan celanaku. Sampai pada titik aku masih tertutupi dengan bra dan celana dalam sedangkan Dipta sudah memperlihatkan badan bidangnya tetapi celana panjang masih rapih menutupi pinggang sampai kakinya.
Dipta mulai memainkan setiap inci tubuhku. Bibirnya yang terus mencium penuh bibirku dan lidahnya yang menguasai mulutku. Tangannya yang mulai melepaskan kaitan braku dan kakinya yang mengunci kedua kakiku. Ketika dia berhasil melepas braku, dan kedua payudaraku terlihat jelas olehnya, dia memindahkan ciumannya dari mulutku ke puting payudara kananku lalu tangan kanannya memainkan lembut payudara sebelah kiriku, sedangkan tangan kanannya menggenggam erat tanganku yang berada diatas kepalaku. Aku mulai gelisah, tubuhku terus menggeliat merasakan nikmat lidahnya yang memainkan putingku dan tangannya yang sangat profesional memainkan buah dadaku.
Semakin aku menggeliat, aku merasakan tangan kanan Dipta mulai menjalar perlahan kebawah perutku dan menyelinap ke balik celana dalamku. Sungguh perasaanku semakin melayang ketika jari-jarinya memainkan bagian intimku. Awalnya dia memainkan area luar intimku dan ciumannya yang terus bergantian menciumi kedua buah dadaku, begitu juga tangan kirinya yang awalnya menggenggam erat tanganku mulai berpindah meremas-remas lembut buah dada kananku.
Mendapat serangan dibalik celana dalamku oleh jari-jarinya, aku mulai mendesah. Semakin aku menggeliat dan mendesah, jari Dipta semakin intim lagi menyentuh keintimanku. Dipta mulai memasukan salah satu jarinya ke lubang kenikmatanku. Sontak aku sedikit mengangkat tubuhku dan mendesah sambil memeluk erat kepala Dipta yang masih ada diatas dadaku. Mendapatkan responku yang semakin bergairah, kecepatan jarinya yang sedang asik bermain dilubang kenikmatanku terus bertambah. Bahkan Dipta langsung ambil posisi membuka seluruh celana dalamku. Yaa aku saat ini sudah sepolos bayi baru lahir, tanpa sehelai apapun.
Melihatku polos, Dipta sepertinya sudah tidak tahan lagi untuk melahapku. Ciuman yang awalnya masih disekitar dadaku kini berpindah tempat lagi, ciumannya menuju perutku dan terus menurun sampai pada keintimanku.
"Ah...." Aku mendesah nikmat karena bibirnya yang mencium lembut keintimanku dan lama-lama aku sedikit menjepit kepalanya dan meremas rambutnya karena lidahnya yang mulai bermain menjelajahi seluruh keintimanku. Bahkan aku merasa dia sedang asik menghisap bagian sensitifku ini. Sesekali lidahnya menjilati bagian pinggir lubang kenikmatanku. Aku bukan lagi melayang, tapi aku merasa terlepas dari diriku sendiri.
"Ah Dipta...." Aku semakin mendesah dan menggeliat. Siapapun yang ada diposisi ku saat ini pasti tidak akan bisa menahan lagi rasa gairah ingin bercinta dengan panasnya.
Mungkin Dipta merasa aku sudah mulai tersiksa karena ulahnya. Diptapun membenarkan posisinya dan mulai membuka celana panjang dan celana dalamnya. Aku melihat bagian tubuhnya ada yang sudah menegang. Entah apa yang membuat aku berani bangun dari posisi tidurku lalu aku meraih bagian tubuh Dipta yang menegang tersebut dan aku coba memainkannya dengan lembut.
Awalnya hanya aku mainkan dengan tanganku, aku memijatnya dengan lembut dan aku melihat Dipta sudah sangat menikmatinya. Dia mengadahkan kepalanya ke atas sambil memejamkan matanya, sedangkan tangan kanannya memegang pundakku dan tangan kirinya tetap fokus memainkan buah dada kiriku.
Melihat dia merasakan nikmat dan sedikit mendesah, akupun memberanikan diri menciumi bagian intimnya. Aku merasakan tangan kanannya yang tadi memegang pundakku kini pindah sedikit memegang kepalaku. Dia melihat kearahku sambil mendesah.
"Ah...yaa sayang...ah...."
Gairahku tak terbendung lagi menikmati miliknya yang menegang. Aku memasukan penuh ke dalam mulutku dan mulai memainkan ujungnya dengan lidahku. Aku mendengar Dipta semakin keras berdesah, tangannya juga agak kuat meremas helaian-helaian rambutku. Dan itu juga yang membuat aku semakin liar menikmati area intimnya. Aku terus mengulumnya dalam mulutku dan mengikuti arahan tangan Dipta yang memaju mundurkan kepalaku saat aku mengulum keintimannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LURUH : Cinta Lama Yang Terlarang (END) (REVISI)
Chick-LitWarning!! DEWASA!!! Komitmen penting ketika menikah adalah SETIA. Sudah 5 tahun Nata Arisya menjalani pernikahan dengan seorang pria yang pasti sangat dicintainya Kiyanza Adiputra bahkan tanda cinta mereka sudah ada dua yakni seorang putra Ibaz Adip...
