𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗸𝘂𝗻 𝗶𝗻𝗶 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮!
Wajah, mata, dan yang lebih ajaib lagi... anak laki-laki berusia empat tahun itu memiliki sikap yang benar-benar mirip dengan seorang Jeon Jungkook. Pangeran kampus yang banyak dielu-elukan...
Intinya tetep ramaikan paragraf dengan komentar kece kalian...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pukul tujuh malam, Jungkook keluar dari dalam kamarnya dan menemukan sang anak tengah bermain mobil mainan di ruang tamu. Ia tersenyum, berjalan mendekati Junwoo dengan langkah pelan, bermaksud mengagetkan bocah itu tentu saja.
"DOR!"
Junwoo melirik sekilas ke belakang, lalu ia segera membawa mainannya itu ke dalam kamar. Bahkan dia tahu cara mengunci pintunya dengan benar.
"Hey? Apa kau masih marah denganku?" Jungkook bersandar di pintu kamar sang putra. Dia benar-benar merasa bersalah atas pertengkaran mereka yang terjadi kemarin sore.
"Junwoo-ya...."
"Ayah jahat! Junwoo tidak mau dekat sama orang jahat!"
"Cuma gara-gara Mia kau sampai membenciku?"
"Junwoo tidak benci! Junwoo cuma tidak suka sama Ayah! Junwoo marah....!"
Jungkook berusaha meyakinkan anaknya, ia sampai mengetok pintu berkali-kali namun pemilik kamar ini tak memberi jawaban dari dalam.
Cklek.
Yeona menutup pintu ruang tamu lagi dan menutup payung yang dirinya kenakan. Hujan deras berlangsung di luar, pakaiannya bahkan terlihat sedikit basah.
"Kau darimana?"
"Membeli telur."
"Kenapa tidak mengajakku?"
"Anda tidur." sahutnya, menaruh sendal yang dirinya pakai itu di sebuah rak dekat pintu.
"Junwoo-ya~maaf oke?"
Yeona melirik sebentar kearah Jungkook, "Dia masih marah?"
"Ya. Kau tahu cara meluluhkan hatinya?"
"Saya biasanya janji membacakan dongeng untuk sebelum tidur."
"Apakah cara itu ampuh?"
"Iya," katanya berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam sementara Jungkook membuntuti dirinya dari belakang.
"Tidak ada daging?" tanya Jungkook, tetap mengikuti Yeona bahkan sampai wanita itu tengah membuka pintu kulkas.
"Pasarnya terlalu jauh, saya tidak bisa kesana dan meninggalkan Junwoo apalagi membawanya bersama saya."
"Seharusnya kau menghubungiku, aku bisa langsung pulang dari Seoul."
"Hujannya sangat deras di kota ini, anda bisa berada dalam bahaya jika tetap menerobos untuk kemari..."