Budayain follow dulu sebelum baca 😉
Pernikahan yang sudah terjalin selama dua tahun harus kandas karena orang ketiga. Zila yang menaruh curiga dengan suaminya berusaha mencari bukti perselingkuhan sang suami.
Tanpa disangka wanita yang menjadi pih...
Cerita ini masih panjang ya, semoga kalian masih betah nungguin hehe
Aamiin
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepat satu minggu Shania di rawat di rumah sakit, hasil ct scan hari ini akan menentukan apakah Shania sudah boleh pulang atau masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah sadarkan diri Shania membuat kehebohan dengan sebagian ingatannya yang hilang, atau bisa dikatakan jika Shania mengalami amnesia.
Shania tidak bisa mengingat kejadian apa yang menimpanya belakangan ini. Wanita itu bahkan tidak ingat jika rumah tangga kakaknya telah berakhir.
Wanita itu terus menanyakan keberadaan kakak iparnya setiap Zila berkunjung. Dari awal memang Shania dan Abi cukup akrab karena Abi memang orang yang mudah membaur sama seperti Shania.
Jika bukan karena saran dari dokter, Zila sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Shania. Mungkin tidak secara langsung menyebutkan jika dirinyalah yang membuat rumah tangganya hancur, namun dampaknya akan sama kata dokter.
Shania belum boleh menerima ingatan yang akan membuatnya sakit. Kondisi benturan yang dialaminya cukup parah, dokter mengkhawatirkan kondisi pasien bisa drop jika mengalami stress.
Mau tidak mau Zila menuruti ucapan dokter, dia hanya harus berbohong jika Abimanyu sedang sibuk belum bisa menjenguknya. Setiap Zila ke rumah sakit Gavin selalu menemaninya jika pekerjaannya tidak terlalu banyak.
Gavin hanya bisa menunggu di ruang tunggu depan karena status sebagai atasan Zila tidak akan cukup menyakinkan Shania.
Hari ini Gavin sangat berharap jika Shania bisa keluar dari rumah sakit. Bukan tidak berempati dengan calon adik iparnya itu, Gavin hanya tidak ingin kekasihnya kelelahan setiap hari mondar-mandir ke rumah sakit. Sadis memang, namun itulah Gavin. Pria dengan rasa kecewa yang teramat dalam susah untuk menerima wanita yang sama jahatnya dengan ibu kandungnya.
Waktu mendengar Shania kehilangan sebagian ingatannya Gavin tidak langsung percaya. Namun, ia tak mengungkapkan itu kepada Zila, takut jika nanti akan memperkeruh suasana.
Gavin menunggu waktu yang tepat untuk memperingati Zila jika adiknya tidak sebaik dirinya. Bisa saja ini hanya akal-akalan Shania untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Hal yang membuat Gavin susah percaya karena Shania hanya kehilangan ingatan setahun ini saja, wajar bukan jika Gavin tidak percaya dengan wanita licik seperti Shania.