JP | 48

22.1K 1.5K 80
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

___________________

ALHAMDULILLAH BANYAK YANG MAU CERITA INI DILANJUTIN  🥰🥰

KIRAIN UDAH MAU PADA BOSEN 🤭🤭

GAVIN MAKIN BIKIN MLEYOT GAK NIH?

CUSS LAH

CUSS LAH

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****






Sabtu malam Gavin mengajak Zila makan malam bersama. Sebenarnya ini bukan makan malam pertama bagi mereka namun kali ini yang membedakan adalah malam minggu pertama untuk sepasang kekasih yang satu ini.

Zila meminta bertemu di tempat tujuan saja, biar nantinya jika ada yang melihat mereka disana, mereka bisa beralasan tidak sengaja bertemu. Namun Gavin tidak suka dengan usul yang diberikan oleh Zila. Gavin memaksa Zila pergi bersama dengan pria itu datang menjemputnya.

Zila yang tidak kehabisan ide menyetujui saja penolakan Gavin. Saat ini dirinya sudah siap dengan celana panjang dan sweeter tak lupa Zila menyiapkan topi juga masker untuk menyamarkan wajahnya. 

Ting Tong

Zila membuka pintu, didepannya Gavin nampak rapi seperti biasa, pria itu menggunakan kemeja lengan panjang juga jas yang melekat ditubuh tegapnya.

"Assalamualaikum calon istri." Sapa Gavin, pria itu menatap Zila heran, mereka sudah sepakat akan pergi pukul tujuh malam, namun wanita di depannya ini masih belum bersiap diri.

"Zila, kenapa masih belum siap? Kamu tidak berubah pikiran, kan?" Omel Gavin.

Zila menggeleng, "Waalaikumsalam. Ayo " Zila meraih sling bag dan juga topi lalu hendak menutup pintu apartemennya namun Gavin lebih dulu mencegahnya.

"Zila, apa harus seperti ini?" 

Zila mengangguk yakin, "Aku belum siap, Gavin. Kamu mengerti kan?" Zila tahu ini tidak adil bagi Gavin, tapi, Zila juga belum siap mendengar penghakiman dari orang-orang sekitar mereka, apalagi status Zila baru saja berubah menjadi single. Zila tidak mau Gavin mendapatkan image buruk karena dirinya. 

"Tapi Zila, saya yakin disana tidak akan ada orang yang mengenal kita."

"Gavin, kamu orang terpandang, dimanapun tempatmu berada pasti ada yang mengenalimu."

Gavin menghembuskan nafas lemah, ia melepas jas serta dasi nya. Lalu menggulung lengan kemejanya hingga siku, tak lupa Gavin melepas kancing teratas dari kemejanya.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang