Budayain follow dulu sebelum baca 😉
Pernikahan yang sudah terjalin selama dua tahun harus kandas karena orang ketiga. Zila yang menaruh curiga dengan suaminya berusaha mencari bukti perselingkuhan sang suami.
Tanpa disangka wanita yang menjadi pih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
"Sayang, setelah ini tinggal di apartemenku, ya." Pinta Gavin, keduanya kini duduk bersebelahan di ranjang.
Mereka baru saja selesai makan malam, kedua orang tua Zila yang paham jika keduanya sedang kelelahan, meminta mereka untuk kembali ke kamar saja.
"Hm. Aku tidak masalah tinggal dimana saja, lalu apartemenku bagaimana? Aku baru saja membelinya." Zila menjawab dengan menatap Gavin.
"Kamu bisa menyewakannya, tidak perlu sampai menjualnya Atau biarkan kosong saja, nanti kita bisa sesekali tinggal disana."
"Baiklah. Biarkan kosong sementara waktu."
"Sayang, kamu tidak penasaran dengan kado yang akan ku berikan?" Gavin teringat jika dia belum menerima jawaban dari Zila.
"Masih ada lagi?" Tanya Zila heran.
Gavin mengangguk disertai senyuman.
"Hari ini, kamu sudah banyak memberikan kejutan, aku benar-benar tidak menyangka secepat ini menyandang status sebagai nyonya Januarta."
Zila sudah sangat bahagia sekarang, dia sudah tidak mengharapkan apa-apa lagi. Mendapatkan kejutan di hari ulang tahun memang sering sekali terjadi di kebanyakan orang-orang. Namun, dirinya mendapat kejutan dua kali, mulai dari acara lamaran hingga akhirnya mereka justru resmi menjadi pasangan suami istri.
"Ini baru awal sayang, kamu akan selalu mendapatkan kejutan-kejutan lainnya dari suami tampanmu ini." Ucap Gavin dengan penuh percaya diri.
"Kamu benar, kamu memang tampan." Jawab Zila diluar dugaan Gavin.
Gavin yang berniat menggoda justru menjadi salah tingkah sendiri, bahkan telinganya perlahan memerah.
"Hahaha lihatlah telingamu sudah memerah." Ejek Zila, telunjuknya mengarah tepat di telinga Gavin.
"Kamu menggodaku, lihat ini." Gavin menggelitik tubuh Zila seperti saat mereka berada di apartemen milik Zila.
Zila tertawa terbahak-bahak, dia ingin menghindar namun tubuh Gavin terlalu kuat hingga akhirnya Gavin kini sudah tepat berada di atas tubuh Zila.