JP | 60

21.8K 1.1K 27
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

....

GaZi update nih !!

Vote turun jauh guys huhuhu

Ayo vote terus biar aku masih semangat lanjutin ceritanya 😊

..


****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****



Hampir saja Zila melupakan janji temunya dengan Mila. Untungnya sebelum Gavin berangkat kerja Zila teringat akan janjinya sehingga saat ini dia ikut pergi ke kantor bersama Gavin.

Sebelumnya Zila sudah menelpon Mila, mengajak wanita itu bertemu di kantor lalu pergi bersama. Zila rencananya akan meminta bantuan Mila untuk memilih WO yang akan digunakan untuk pernikahannya.

Gavin yang semakin berani karena sudah resmi menikah dengan Zila bermaksud untuk menggandeng tangan istrinya. Zila yang tidak ingin terlalu menjadi pusat perhatian, meminta pengertian kepada Gavin.

"Sayang, mereka belum tahu kalau kita sudah menikah. Nanti kalau semua sudah tahu, aku sendiri yang akan menggandeng tanganmu."

Gavin mendengus lemas, "Oke, aku tunggu saat itu tiba."

Akhirnya Zila dan Gavin memasuki perusahaan dengan jalan sendiri-sendiri, Namun si bucin Gavin tidak memperbolehkan Zila jauh-jauh darinya.

Mereka berdua berjalan beriringan menggunakan lift khusus. Semua staf Gavin tidak ada yang menduga jika keduanya memiliki hubungan, beberapa ada yang mengetahui jika Zila hanya sementara untuk menggantikan posisi Richard yang sedang cuti.

Karena hari ini Richard baru mulai kerja kembali, jadi Zila masih datang ke kantor, itu yang ada dipikiran para staf Gavin.

Sampai di ruangan Gavin, Zila duduk di sofa panjang, diikuti oleh suaminya yang sejak tadi mengekorinya.

"Sayang, nanti jangan terlalu lelah. Aku bisa membayar orang lain untuk membantumu memilih WO mana yang akan kita pakai."

"Hari ini aku mau lihat WO yang pernah dipakai sama Mila."

"Kamu tidak bermaksud menggunakan venue yang sama dengan mereka, kan?"

Zila terkekeh, paham jika suaminya tidak ingin menyamai atau menjiplak sahabatnya.

"Aku suka sih sama venue nya, gimana dong?" 

"Pasti ada yang lebih bagus dari itu, aku bantu cari ya?"

Zila menggeleng tak setuju, "Kamu pasti sibuk, biar aku saja, ya."

"Tapi, sayang—

Zila menatapnya penuh harap, mata nya mengisyaratkan jika tidak ingin dibantah.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang