Budayain follow dulu sebelum baca 😉
Pernikahan yang sudah terjalin selama dua tahun harus kandas karena orang ketiga. Zila yang menaruh curiga dengan suaminya berusaha mencari bukti perselingkuhan sang suami.
Tanpa disangka wanita yang menjadi pih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam tujuh pagi Gavin sudah berdiri di depan unit apartemen Zila, menunggu wanita itu membukakan pintu. Berbeda dengan Gavin yang sudah memberikan kode akses apartemen miliknya, Zila justru enggan. Alasannya jelas karena mereka belum menikah.
Zila membuka pintu, wanita itu sudah siap dengan menenteng dua paper bag di tangan kirinya.
"Assalamualaikum sayang." Sapa Gavin.
"Waalaikumsalam." Balas Zila malu-malu.
"Sini aku bantuin bawa!" Gavin meraih paper bag yang dibawa Zila. Tanpa menolak Zila memberikan kedua paper bag itu ke Gavin.
Mereka berjalan bersisian, Zila sebenarnya tak tega dengan Gavin. Jam dua malam baru sampai apartemen miliknya sendiri, sekarang masih jam tujuh pagi sudah menjemputnya lagi.
"Apa tidurmu nyenyak?" Tanya Gavin.
"Harusnya aku yang bertanya, apa jam tidurmu tidak kurang?"
Gavin terkekeh sebentar, "Aku sudah terbiasa seperti ini, ini bukan apa-apa jika menyangkut soal kamu."
"Masih pagi, jangan menggombal!" Zila mencubit tangan Gavin gemas.
"Aku tidak pernah menggombal!" Ucap Gavin tak setuju dengan ucapan Zila.
"Iya, kamu tidak menggombal!" Balas Zila sewot.
Lagi-lagi Gavin terkekeh, ini salah satu yang disuka oleh Gavin, Zila selalu bisa membuatnya tersenyum juga tertawa. Gavin meraih tangan Zila, menggandeng tangan wanita itu.
Mereka saling bergandengan hingga sampai di tempat parkir. Zila meminta paper bag nya lalu menaruh satu paper bag di kursi belakang, yang satu nya lagi iya bawa di kursi depan.
Setelah mereka berdua memasang seatbelt, Gavin baru menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.