Budayain follow dulu sebelum baca 😉
Pernikahan yang sudah terjalin selama dua tahun harus kandas karena orang ketiga. Zila yang menaruh curiga dengan suaminya berusaha mencari bukti perselingkuhan sang suami.
Tanpa disangka wanita yang menjadi pih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
"SAAHHH."
"Alhamdulillah." Semua mengucapkan syukur atas lancarnya pernikahan siri yang sangat mendadak ini.
Ide Gavin mendapat persetujuan dari keluarga Zila untuk menghindari zina apalagi Zila tidak tinggal bersama Brata dan Yuni. Belajar dari pengalaman yang sudah ada, Brata tidak ingin putrinya melakukan kesalahan yang sama meski keduanya berbeda. Brata tidak bermaksud menyamakan, sebagai orang tua ia lebih waspada saja, meski ia yakin putrinya ini tidak akan mengecewakan dirinya. Ditambah dia menikah dengan Gavin, pria yang terlihat begitu mencintai putrinya.
Untuk pernikahan secara hukum akan diadakan satu bulan lagi dari sekarang, sesuai usulan dari Rina. Mereka sepakat tidak terlalu lama dari hari ini. Sebenarnya satu bulan akan cukup sulit untuk menyiapkan semuanya, namun, Gavin dan Rina yakin jika itu semua bisa sempurna di tangan orang-orang yang akan mereka pilih.
Zila mencium tangan Gavin dengan takzim untuk pertama kalinya, keduanya saling melempar tatapan penuh cinta. Zila tak menyangkah ucapan pria yang ada di depannya ini sungguh-sungguh. Zila masih sulit percaya jika dirinya sudah menyandang status nyonya Januarta secara agama.
Mendapatkan perlakukan seperti ini untuk pertama kalinya membuat jantung Gavin tidak bisa diam, debarannya berdetak tidak karuan. Selesai tangannya di cium, Gavin membacakan doa terlebih dahulu lalu membalasnya dengan mencium kening istrinya, iya istrinya, Gavin sungguh tak menyangka orang tua Zila menyetujui idenya.
Kini mereka berdua bergantian mencium kedua tangan orang tua Zila. Yuni menangis senang, melihat putri sulungnya bisa bangkit dari masalalu yang mungkin bisa membuat beberapa wanita trauma dengan nama nya pernikahan. Yuni mendoakan Zila agar pernikahannya kali ini bisa sampai akhir hayat.
Brata sebagai seorang ayah tak kalah bahagia, ia menahan tangis melepas putri sulungnya untuk kedua kalinya. Kali ini Brata sangat berharap Gavin benar-benar melindungi putrinya. "Jaga Zila, bimbing dia untuk menjadi wanita lebih baik, lindungi dia seperti kau melindungi dirimu sendiri. Jika kamu sudah tidak lagi bisa membuatnya bahagia dan tidak lagi mencintai, kembalikan dia ke saya secara baik-baik."
"Saya akan menjaganya dengan seluruh jiwa saya, saya akan terus menambah rasa cinta saya terhadap Zila, agar Om tidak mempunyai kesempatan untuk mengambilnya dari saya." Gavin mencairkan suasana dengan sedikit ucapannya. Mendapatkan Jackpot seperti Zila tidak mungkin Gavin menyia-nyiakannya, ia sendiri yang akan menyalahkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada istrinya.