JP | 15

37K 1.6K 21
                                        

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

"Lepasin atau saya telepon polisi!" Teriak Zila dari depan pintu kamarnya. Zila memasang wajah galak layaknya pemilik kost-kostan.

Pasangan yang saling tarik menarik itu menatap Zila dengan pandangan yang berbeda. Sang gadis menatap penuh harap kepada Zila, sedangkan sang pria menatap acuh.

Gadis bernama Mila itu segera menyentak tangannya begitu melihat pria yang memegang tangannya lengah. Setelah terlepas gadis itu segera bersembunyi di belakang tubuh Zila.

"Mbak, tolong!" Ucap Mila penuh harap. Tangannya meremas pakaian Zila, remasannya cukup kencang yang nantinya akan membuat pakaian Zila kusut.

Zila memberikan anggukan ringan tanpa berbalik badan.

"Kenapa anda menarik tangan gadis ini? Anda berniat menculik para gadis-gadis kecil ya!" Tuduh Zila.

Richard yang dituduh melotot tak terima, apalagi melihat wajah Mila yang sedang menjulurkan lidah. Mila tersenyum puas mendengar pembelaan yang diberikan oleh wanita yang ada di depannya.

"Apa saya ada tampang penculik? Apa mata anda tidak bisa melihat jika saya lebih cocok sebagai pengusaha sukses daripada penculik?" Ucap Richard beruntun.

Zila terkesiap mendengar rentetan pertanyaan dari Richard, tak menyangka jika pria yang pernah ia temui sangat cerewet.

"Lantas kenapa anda menarik tangan gadis ini?" Zila tak mau kalah.

"Itu bukan urusan anda!" Ucap Richard, ia kembali menatap Mila dengan penuh kesal.

"Mila, ayo ikut saya! Saya tidak punya banyak waktu." Lanjut Richard.

Mila melepas remasan tangannya, lalu ia berkacak pinggang. "Gue nggak mau! Mending Om pergi dari sini!" Mila sudah tidak berpura-pura lemah lagi dihadapan Zila.

Zila yang semakin tak tahu situasi memilih diam untuk mencerna.

"Saya tidak akan melepaskan kamu, Mila! Cepat kemari atau saya seret kamu!" Richard tak kalah galak.

Mila masih tidak bergeming dari tempatnya, tangannya juga masih berkacak pinggang, seolah menantang Richard.

"Oke, kalau kamu mau saya seret untuk pergi dari sini!" Richard sudah berjalan mendekati Mila, tapi, yang ada Mila justru kembali bersembunyi di belakang Zila.

"Tunggu... sebenarnya ini ada apa?" Tanya Zila yang sudah terlanjur penasaran.

Richard menghembuskan nafas berat.

"Dia... calon tunangan saya! Saya harus membawanya pulang karena dia sudah kabur dari rumah!" Richard menunjuk Mila yang sekarang memasang wajah kesal.

"Gue nggak mau tunangan sama lo! Mending lo cari cewek lain." Tolak Mila, umurnya baru menginjak 20 tahun, tapi, kedua orangtuanya sudah menjodohkannya dengan pria berusia 10 tahun diatasnya.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang