JP | 49

19.8K 1.5K 101
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

____________________

Gimana-gimana tingkah si Gavin kurang meresahkan gak ?

Udah siap buat double up ???

Vote 350, Komen 650

InsyaAllah langsung up lagi 😉

InsyaAllah langsung up lagi 😉

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Rencana tinggal rencana, belum sampai tempat tujuan, Zila mendapat kabar jika sang adik mengalami kecelakaan. Alhasil mereka membatalkan kencan pertama mereka. 

Dengan cepat Gavin memutar arah menuju rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari lokasi mereka saat ini. Sejak mendapat kabar jika Shania mengalami kecelakaan Zila menjadi panik, ia mengkhawatirkan adiknya apalagi saat ini Shania sedang mengandung. 

Apapun yang pernah dilakukan Shania kepadanya, Zila masih menaruh rasa sayang kepada adik kecilnya itu. Sebesar apapun rasa kecewa Zila tidak bisa dengan mudah menghapus ingatan masa kecil mereka saat bersama. Zila memang marah dan kecewa, tapi, Zila juga tidak ingin adiknya celaka seperti ini. 

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Zila berdoa agar adik dan calon keponakannya baik-baik saja. Selama ini Zila tidak pernah mendoakan yang terburuk untuk adiknya itu, ia hanya berdoa semoga Shania segera sadar dengan perilakunya yang sudah diluar batas. 

Pada saat amarahnya di ujung tanduk, Zila memang sempat berharap Shania mendapatkan karma serta berniat membalas dendam, namun, hal itu belum pernah terpikirkan lagi olehnya. 

Zila masih mempunyai belas kasih kepada Shania, berbeda lagi dengan mantan suaminya. Mungkin karena ada ikatan darah yang membuat Zila lebih mudah berbelas kasih kepada Shania.

Sampai di rumah sakit Zila berlari kecil menuju ruang operasi seperti yang diinfokan oleh Yuni. Iya kedua orang tuanya sudah jauh lebih dulu sampai disana, karena yang menghubungi Zila tadi bukan pihak rumah sakit melainkan ibunya.

Gavin tertegun dengan ketulusan hati Zila, mungkinkah Gavin bisa seperti Zila saat dia berada diposisi seperti wanita ini.

"Zila jangan berlari, semuanya akan baik-baik saja." Gavin memperingati Zila yang berlarian hingga beberapa kali hampir menabrak sekitarnya.

"Tapi, Vin—

"Adik kamu pasti baik-baik saja, bukankah dia wanita yang kuat sama sepertimu?" 

Gavin menggenggam tangan Zila, membawa wanita itu menuju ruang operasi setelah sebelumnya bertanya kepada resepsionis.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang