JP | 55

20.6K 1.3K 24
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

.

Kangen gak, nih ???

Part kali ini lumayan panjang, semoga kalian makin suka.

Oh ya ada sedikit info, mungkin kedepannya aku bakal tambah lama update, karena aku udah dapet kontrak buat ceritaku yang lain. Tentunya aku harus prioritasin yang disana.

Jangan kabur dari lapak ini ya,, kalau bisa dukung aku juga di aplikasi Good Novel, dengan judul cerita (bukan) Suami Pengganti.
Nama pena: Bunda Ara.

.....

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***






Saat ini hari terakhir Zila bekerja sebagai sekretaris Gavin. Posisi itu akan kembali di isi oleh Richard. Gavin yang tidak rela meminta Zila untuk tetap bekerja dengannya.

"Sayang… tidak bisakah kamu tetap bekerja disini?" Tanya Gavin saat berada di ruangan Zila. Posisinya saat ini Gavin sedang duduk berhadapan dengan Zila.

"Tidak.. Ini pekerjaan Richard, aku tidak mau mengambilnya." Sembari menjawab, Zila masih fokus untuk membuat jadwal Gavin seminggu ke depan.

"Richard akan kembali seperti semula, kamu hanya perlu bekerja untukku, nanti akan aku buatkan meja kerja untukmu di ruanganku."

Zila menghentikan kinerja tangannya, ia memfokuskan diri menghadap atasan sekaligus kekasihnya ini. "Jangan aneh-aneh. Aku akan mencari pekerjaan lainnya."

"Tidak boleh." Sahut Gavin.

"Kenapa tidak boleh?" Zila tak terima.

"Karena aku tidak mau kamu bekerja sama orang lain!" 

"Alasan macam apa itu, aku tetap akan mencari pekerjaan lain."

"Zila.. diluar sana banyak sekali atasan yang suka mengincar wanita cantik untuk kepuasan pribadinya. Aku tidak mau kamu menjadi sasaran mereka!"

"Apa kamu salah satunya?" 

"Tentu saja tidak! Aku tidak sama dengan mereka." 

Ingin sekali Zila tertawa, namun ia masih menahannya.

"Kamu yakin? Bukankah saat ini kamu sedang melakukannya? Menggoda sekretarismu untuk urusan pribadi?" 

"Itu tidak benar! Aku sudah tertarik padamu sebelum kamu bekerja disini!" 

"Jadi kamu…?" Tanya Zila tak percaya, ini pertama kalinya Gavin mengucapkan itu. 

Gavin menelan ludah susah payah, ingin mengelak namun itu kenyataannya.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang