JP | 61

19.9K 1.1K 20
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

.

Apa kabar kalian ? Semoga semua dalam keadaan sehat ya...

Kangen GaZi ya???

Iyain aja biar aku seneng 😅😅

.

.

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****


Sebelum jam pulang kerja suami mereka, Zila dan Mila sudah kembali berada di kantor. Selain karena mobil yang mereka gunakan milik Gavin, mereka tidak ingin pergi keluar melebihi batas. Mereka harus menghargai para suami yang sudah mengizinkan mereka pergi bersama.

Mila dan Richard sudah berpamitan beberapa menit yang lalu, kini tinggal Gavin dan Zila yang masih berada di kantor.

"Kamu senang?" Tanya Gavin setelah selesai merapikan sisa pekerjaannya.

"Iya sangat senang, sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini. Bisa mengobrol banyak dengan adik perempuan itu sangat menyenangkan." Zila menjawab dengan antusias.

Zila berjalan mendekati suaminya lalu bergelayut manja di lengan Gavin. "Bagaimana pekerjaan kamu hari ini? Semuanya lancar?" Ganti Zila yang bertanya.

"Tentu saja, kamu tahu sendiri, pekerjaanku selalu selesai dengan baik." Gavin selalu bisa membuat istrinya itu kesal dengan kesombongannya.

"Iya Tuan Gavin. Ayo kita pulang." Zila tidak ingin melanjutkan obrolan yang bisa saja membuatnya bertambah kesal.

Gavin dan Zila berjalan bersama dengan posisi Zila yang masih bergelayut di lengan Gavin, jangan tanya perasaan Gavin saat ini bagaimana, tentu saja, perutnya sudah dipenuhi dengan kupu-kupu berterbangan.

Masuk di dalam lift, Zila langsung melepas tubuhnya dari Gavin, yang tentu saja langsung mendapatkan protes dari sang suami.

"Sayang, kok dilepas." Ucap Gavin merajuk.

"Nanti dilanjut di rumah, nanti ada yang melihat."

Gavin tidak mau kalah, ia menggeser tubuh istrinya agar tidak terlalu jauh. Saat lift baru turun satu lantai, pintu lift kembali terbuka. Beberapa direktur juga masih belum pulang. Mereka masuk satu persatu setelah memberikan salam kepada Gavin.

Karyawan Gavin hampir seluruhnya laki-laki, ada yang sudah berumur hampir setengah abad, ada juga yang seumuran dengan Gavin.

Pria yang seumuran dengan Gavin sesekali mencuri pandang kepada Zila melalui pintu lift. Tindakan pria itu tak luput dari pandangan Gavin, meski istrinya tidak menghiraukan hal itu, Gavin tetap saja kesal. Ingin rasanya mencongkel mata pria yang ada di depannya ini agar tidak menatap istrinya diam-diam.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang