Budayain follow dulu sebelum baca 😉
Pernikahan yang sudah terjalin selama dua tahun harus kandas karena orang ketiga. Zila yang menaruh curiga dengan suaminya berusaha mencari bukti perselingkuhan sang suami.
Tanpa disangka wanita yang menjadi pih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
Malam harinya…
Resepsi diadakan di tempat yang berbeda dengan acara akad nikah. Mereka memilih tempat yang lebih luas karena tamu undangan mereka mencapai ribuan orang. Tamu undangan tidak hanya datang dari pihak Gavin saja, Rina, Brata dan Yuni turut mengundang semua rekan-rekannya.
Disini hanya Zila saja yang lingkup pertemanan paling sedikit karena Zila tidak terlalu suka bergabung dengan kelompok yang terlalu besar, apalagi ini pernikahan keduanya. Meski Gavin sudah menutup semua informasi tentang siapa dirinya untuk menjaga perasaannya, tetap saja, orang yang sudah mengenal Zila tahu jika dia menikah dua kali.
Sebelum hubungan mereka tersebar luas di media, Gavin sudah memberi peringatan untuk tidak mengusik kehidupan masa lalu istrinya. Jika sampai ada yang mengusik ketenangan Zila, Gavin tidak akan segan memberi peringatan keras kepada siapapun orang itu. Gavin bahkan akan membuat orang yang menyebarkan berita buruk tentang istrinya mendapatkan balasan yang setimpal.
Ruangan berbentuk persegi ini benar-benar disulap seperti istana. Rencana pernikahan yang hanya hitungan hari tidak membuat Gavin kesusahan sama sekali. Dia bisa mengerahkan orang-orang andalannya ikut serta membantu Zila memilih mana yang terbaik. Gavin juga tak segan merogoh uang milyaran rupiah hanya untuk pesta pernikahannya. Sangat jauh dari yang Zila bayangkan sebelumnya.
Lampu- lampu menghiasi hampir seluruh langit-langit gedung. Di kanan kiri ada meja catering dengan berbagai menu dari mancanegara.
Di bagian tengah, nantinya mereka akan berjalan di atas karpet merah menuju pelaminan.
Di sisi sebelah kanan ada meja besar dengan kue tart bertingkat yang nanti akan mereka potong bersama. Dan di sisi sebelah kiri ada iringan musik.
Saat ini tangan Zila menggandeng lengan Gavin, mereka berjalan memasuki gedung. Ditangan kiri Zila sudah ada buket bunga yang akan di lempar ke tamu undangan. Banyaknya tamu membuat debaran jantung Zila bekerja lebih keras. Dia gugup, tidak pernah berada di antara ribuan orang seperti ini. Bahkan pernikahannya dulu hanya mengundang ratusan orang saja. Itupun tidak ada yang meliput seperti ini.
Tanpa sadar genggaman tangan Zila mengencang membuat Gavin menoleh kepadanya.
"Ada apa sayang?" Tanya Gavin khawatir.
"Aku nervous." Cicit Zila.
"Kamu nanti akan terbiasa. Sekarang angkat kepalamu sayang."
Zila menatap Gavin, pria itu tersenyum simpul mengatakan semua akan baik-baik saja. Zila yang belum terbiasa mencoba mengikuti perintah Gavin.
Perlahan Zila mulai mengangkat pandangannya, dia mencoba melihat lurus ke depan. Melihat betapa cantiknya dekorasi pernikahannya. Ini kali pertama Zila melihat secara langsung dekorasi yang sangat cantik dan mewah.
Sesekali Zila mencoba melirik kanan dan kiri yang sudah di penuhi banyak orang. Zila hanya bisa melirik, dia tidak sanggup jika harus melihat secara langsung.
Zila yang sudah mulai bisa menghilangkan rasa gugupnya perlahan memperlonggar genggamannya agar suaminya tidak merasa sakit, akan tetapi, Gavin justru memegang tangannya posesif. Pria itu kesal karena semua tamu pria menatap istrinya tanpa berkedip.
"Ck." Zila sampai menoleh mendengar decakan dari suaminya.
"Sayang, kenapa?" Bisik Zila.
"Tidak. Aku hanya merasa kesal saja." Gavin tersenyum menyembunyikan rasa kesalnya. Langkah kaki mereka sudah menginjak pelaminan.
Selengkapnya ada di karyakarsa 😊
XavieraAra
****
Tenang ini belum tamat ya..
Ada yang masih ingat Nico sama Becca??
Semoga masih ingat 😅
Jangan lupa vote dan komen yang buanyakk
Bab 67, dan Spesial Chapter sudah ada di karyakarsa. (Spesial Chapter area 21+ ya) tidak bakal publish di Wattpad.