JP | 47

22.5K 1.5K 63
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

_________________

Selamat malam minggu 😆😆

.

Hayoo siapa kemarin yang ketipu angkat tangan 👆👆

Padahal di bawah masih ada lanjutannya 😭😭

Apa kalian beneran mau di tamatin kemarin aja 🤔

Kalau aku sih masih mau lanjut 😎

Kalau aku sih masih mau lanjut 😎

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


****





Harapan Gavin untuk bisa menunjukkan kedekatannya dengan Zila harus sirna. Zila yang tadinya sempat tersipu menolak keras jika harus mengekspos hubungan mereka yang baru hitungan menit.

Gavin mengendarai mobilnya dengan wajah masam. Hingga hampir setengah perjalanan mereka masih sama-sama diam.

"Gavin, jangan seperti anak kecil."

Gavin tidak menanggapi ucapan Zila, ia tetap fokus melihat ke depan.

Zila menghembuskan nafas beberapa kali, baru saja hubungan mereka dimulai sudah seperti ini. Zila bermaksud tidak terburu-buru mempublikasikan hubungan keduanya, Zila tidak ingin Gavin mendapatkan gunjingan apalagi dirinya menyandang status janda dari bawahan pria itu sendiri.

Namun berbeda dengan yang ada dipikiran Gavin, pria itu tidak ingin menutupi hubungan keduanya karena bermaksud serius dengan hubungan ini. Gavin ingin seluruh dunia tahu jika Zila hanya miliknya seorang. Gavin tidak akan suka melihat pria lain mendekati wanita yang sudah berhasil memasuki hati dan pikirannya.

"Gavin." Panggil Zila.

Tidak ada respon dari Pria itu.

"Gaviiin." Zila menaikkan nada suaranya agar Gavin meresponnya, tapi pria yang ada di sampingnya ini masih keukeuh pada pendiriannya.

Zila mencoba menurunkan egonya sekali lagi. "Sayang-

Tidak ada satu detik Gavin langsung menoleh ke arah Zila, tak percaya dengan pendengarannya sendiri. "Katakan sekali lagi." Pinta Gavin.

"Gavin-

Gavin menggeleng, bukan itu yang ingin didengarnya.

Zila berdecak, tapi Gavin juga tidak mau mengalah. Pria itu bahkan menepikan mobilnya agar bisa lebih jelas mendengarkan.

"Gavin- sayang." Suara Zila melemah saat mengucapkan kata sayang.

"Ucapkan lebih keras, saya tidak bisa mendengarnya." Pinta Gavin, bibirnya berkedut menahan senyuman.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang