JP | 54

18.9K 1.4K 64
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

_____________

UDAH PADA BOSEN SAMA GAZI ?

YANG BACA SAMA YANG VOTE BERKURANG HUHU 😭

AUTHOR : DI TAMATIN AJA YA ?

READER : YA, SETUJU!

AUTHOR : SIPP

AUTHOR : SIPP

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Abimanyu menertawakan ucapan Shania, "Lelucon apalagi ini, Shania?"

"Aku tidak bercanda, Mas! Aku kehilangan sebagian ingatanku."

"Benarkah?" Ucap Abimanyu masih tak percaya, ia memandang sebentar lalu mendekati wanita itu, sangat dekat hingga membuat Shania mundur sampai menabrak brankar.

"Ma– Mas mau ngapain?" Tanyanya gugup.

Abimanyu menghiraukan Shania, ia terus maju hingga kepalanya dan kepala Shania berjarak kurang dari tiga puluh centi. 

Hembusan nafas Abi menerpa wajah Shania, membuat wanita itu tanpa sadar memejamkan mata. 

****

[ Aku menginap di rumah orang tuaku ]

Setelah terkirim Zila memasukkan kembali ponselnya di dalam tas. Dia mengikuti kedua orang tua serta adiknya yang sudah berjalan lebih dulu.

Saat mengetahui Shania sudah boleh pulang, Zila sangat lega. Dia sudah akan mengabari Gavin jika malam ini dirinya bisa meluangkan waktu namun Shania memintanya untuk ikut menginap di rumah orang tuanya. 

Shania memberi alasan jika dirinya rindu bisa berkumpul berempat. Ingin sekali Zila menolak ajakan itu, namun Yuni dan Brata menyetujui usulan Shania. Mereka merindukan tinggal bersama kedua anaknya.

Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil dengan Brata sebagai pengemudi, di sebelahnya ada Yuni, Zila dan Shania duduk di kursi belakang.

Ting

Zila mengambil ponselnya lalu membaca satu pesan dari Gavin.

[ Baiklah. Aku akan menjemputmu besok. Tolong kirimkan alamatnya. ]

Satu pesan lagi masuk sebelum Zila menekan tombol kirim.

[ Tidak ada penolakan, sayang! Aku juga perlu tahu alamat orang tuamu. ]

Tanpa sadar Zila mendengus dan memutar bola matanya. 

"Ada apa, Mbak? Gak dikasih izin sama Mas Abi, ya?" Tanya Shania yang memperhatikan gerak gerik Zila.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang