JP |64

17.7K 948 14
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

...

Gak kerasa tinggal beberapa bab lagi hoho

Yang kangen GaZi angkat tangan ☝

..

Cuss

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****





[ Mbak bisa kita bertemu? ]

Shania sengaja mengajak Zila bertemu diluar agar orang tua mereka tidak tahu hal apa yang akan disampaikan oleh dirinya.

Tak mendapatkan balasan dari Zila, Shania kembali mengirimkan pesan.

[ Ajak Kak Gavin sekalian kalau Mbak takut ketemu sama gue sendirian. ]

Shania menunggu dengan tak sabar. Dia mendengus beberapa kali karena Zila tak kunjung membuka pesannya padahal sekarang sedang online.

[ Mbak ini penting! ]

Centang biru. Akhirnya Zila membaca pesannya. Shania melihat Zila sedang mengetikan balasannya.

[ Mbak minta izin suami Mbak dulu ]

Shania segera membalas lagi.

[ Nia tunggu di cafe dekat apartemen Mbak jam makan siang. Semoga Mbak bisa datang. ]

Zila sudah membaca pesannya, namun, tidak kunjung membalas hingga 5 menit kemudian dia baru mendapatkan balasan jika Zila dan Gavin akan datang. Shania bernafas lega.

****

Zila menunggu Gavin di lobby apartemen untuk mempersingkat waktu. Pekerjaan Gavin sangat banyak mengingat sebentar lagi dia akan cuti menikah. Sebenarnya Zila tak enak jika mengganggu suaminya yang sedang bekerja. Namun, dia tetap harus izin kemanapun dia pergi.

Tadi saat dia menelpon Gavin untuk meminta izin, pria itu memaksa ikut meski Zila sudah menjelaskan jika tak masalah dia bertemu dengan adiknya berdua saja. Zila yakin Shania tidak akan berani berbuat macam-macam.

Melihat mobil Gavin datang, Zila segera masuk ke dalam. Hal pertama yang dia lakukan adalah mengucapkan salam, lalu mencium tangan suaminya.

"Aku merindukanmu, sayang." Ucap Gavin dengan memajukan bibirnya, membuat Zila gemas. Gavin memang pandai memanfaatkan kesempatan yang ada sekecil apapun itu. Dia sudah merindukan istrinya padahal baru beberapa hari tidak bertemu.

Tiga hari lagi mereka akan kembali menikah, Gavin merasa waktu berjalan dengan lambat sekali.

Meski hanya bertemu dalam waktu satu jam Gavin sudah merasa sangat senang.

"Aku juga merindukanmu, sayang." Zila menyempatkan mencium pipi suaminya sebelum memasang seatbelt.

"Aku tak sabar menunggu tiga hari lagi."

"Tiga hari tidak akan lama, sayang. Ayo segera berangkat. Nia sudah menunggu di sana."

Gavin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Cafe yang dimaksud Shania memang dekat dengan apartemen Zila. Hanya butuh waktu 5 menit jika tidak macet.

"Sebenarnya apa yang ingin dikatakan adikmu?" Tanya Gavin. Dia sedikit penasaran, kenapa sampai mengajak bertemu diluar. Padahal dia bisa langsung menemui istrinya di apartemennya. Orang tua mereka juga berada disana.

"Aku tidak bertanya. Mungkin ini hal yang sangat penting." Zila mengangkat kedua bahunya.

"Aku tidak segan membuat perhitungan jika dia berani macam-macam denganmu. Apalagi aku baru saja memecat lelaki tak punya harga diri itu."

"Maksudmu, Mas -

Selengkapnya ada di karyakarsa
XavieraAra

Di karyakarsa sudah ada bab 65, 66, 67 dan Spesial Chapter (area 21++) yang gak akan aku publish disini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di karyakarsa sudah ada bab 65, 66, 67 dan Spesial Chapter (area 21++) yang gak akan aku publish disini.

See you

Selamat tidur, moga mimpi indah

Terimakasih

30 Januari 2023




Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang