JP | 62

19K 1K 32
                                        

Assalamualaikum wr wb

Wa'alaikumsalam wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

Selamat malam jumat guys hihi

Mungkin cerita ini tinggal beberapa bab lagi ya

.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





****


Siang ini Gavin meluangkan waktu untuk ikut Zila mengunjungi butik setelah sebelumnya sudah membuat janji temu.

Mereka masuk lalu disambut oleh Aruni, wanita yang sudah membantu Gavin membuatkan kebaya untuk Zila.

"Jadi kalian yang akan menikah kali ini?" Waktu kesini kemarin Zila dan Mila yang datang sehingga Aruni baru mengetahui jika mempelai prianya adalah orang yang dulu sempat beradu mulut dengan kliennya ini.

"Iya." Zila menjawab dengan malu-malu, jika mengingat kejadian waktu itu.

"Ayo ikuti saya, saya sudah menyiapkan beberapa gaun pesanan anda kemarin." Aruni berjalan di depan, diikuti Gavin dan Zila yang berjalan di belakangnya.

Sampai di ruangan yang dimaksud, Zila dan Gavin dipersilahkan duduk terlebih dahulu, lalu Aruni mendorong rak gantung yang sudah berisi beberapa gaun yang tertata rapi.

"Ini ada beberapa tambahan pilihan untuk Bu Zila, kalau masih ada yang belum cocok, saya bisa membuatkan secara khusus gaun yang Bu Zila inginkan. Benar kan, Pak Gavin?" Aruni sengaja di akhir kata menanyakan pendapat Gavin, karena pria itu yang sebelumnya menginginkan kebaya khusus untuk pasangannya ini.

Zila menatap Gavin penuh tanya, ia tidak memahami kenapa Aruni bisa meminta pembenaran ke suaminya. 

"Nanti aku jelaskan." Bisik Gavin.

"Mari Bu Zila ikut saya, nanti biar Pak Gavin yang langsung menilai." Aruni mengajak Zila memasuki bilik untuk berganti pakaian, sedangkan Gavin duduk di sofa dengan tangan yang sibuk dengan ponselnya. 

Sibuk dengan ponselnya, Gavin tidak menyadari jika istrinya sudah berganti pakaian dengan gaun berwarna putih dengan kerah shanghai berlengan panjang.

Gavin mengangkat kepalanya begitu sadar istrinya sudah ada di depannya.

"MasyaAllah cantik." Gavin langsung berdiri mendekati istrinya. 

"Apa ini terlihat bagus untukku?" Tanya Zila dengan tidak percaya diri.

"Tentu saja, ini sangat indah untukmu sayang. Sekarang coba berputarlah." Gavin ingin memastikan jika gaun yang akan dipakai istrinya nantinya akan aman.

Janda & PerjakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang