Budayain follow dulu sebelum baca 😉
Pernikahan yang sudah terjalin selama dua tahun harus kandas karena orang ketiga. Zila yang menaruh curiga dengan suaminya berusaha mencari bukti perselingkuhan sang suami.
Tanpa disangka wanita yang menjadi pih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
"Buat apaan, Gavin!"
"Kasih izin dulu, seenggaknya gue gak nikung dari belakang." Jawaban Gavin bukannya meredakan rasa kesal Richard, justru semakin membuat Richard bertambah kesal.
"Nggak!!"
"Oke gue pecat lo sekarang!"
"Gue nggak mau ya nikah sama pengangguran!"
Richard kehabisan kata-kata, mulutnya menganga melihat sahabat serta calon tunangannya kompakan.
"Sejak kapan kalian saling mendukung?" Mata Richard menelisik kedua orang terdekatnya.
"Gimana? Deal?" Tanya Gavin.
Richard menghembuskan nafas kasar, "Deal asal jangan aneh-aneh!" Matanya menatap tajam ke arah Gavin.
Gavin tersenyum tipis, ia mengabaikan tatapan menusuk dari Richard. Gavin menatap Mila yang kebingungan, gadis itu tidak tahu apa yang diinginkan oleh sahabat kekasihnya itu.
"Mila pinjam tangan lo!" Pinta Gavin.
"Hah?" Alis Mila menukik tanda bingung.
"Vin, lo mau ngapain?" Tanya Richard panik.
"Lo diem dulu! Jangan lupa lo sudah deal!" Gavin ganti menatap tajam Richard, lalu beralih menatap Mila yang diam.
Ditatap secara intens oleh Gavin membuat Mila langsung patuh, ia mengangsurkan tangannya ke arah Gavin. Kini justru Gavin terlihat ragu-ragu, di biarkan tangan Mila menggantung.
"Kak .... Pegel gue!" Keluh Mila.
Dengan perasaan jijik sekaligus penasaran, perlahan tangan Gavin terulur untuk memegang tangan Mila, hanya sepersekian detik Gavin menarik tangannya kembali.
Aneh
Sekali lagi Gavin mengulangi untuk menyentuh tangan Mila. Lagi-lagi Gavin merasa aneh. Bersentuhan tangan dengan Mila tidak menimbulkan sensasi yang sama seperti perempuan waktu itu. Kali ini rasanya hambar, lebih ke arah jijik seperti sebelumnya.
"Ada apa dengan wanita itu! Kenapa rasanya berbeda. Sebenarnya siapa wanita itu!" Batin Gavin bertanya-tanya.
Mila dan Richard saling melempar pandangan heran, melihat aneh ke arah Gavin yang menyentuh tangan Mila sebentar lalu terdiam.
Mila menurunkan uluran tangannya, "Ganteng-ganteng kok aneh!" Batin Mila.
"Vin jadi gak?" Tanya Richard membuyarkan pikiran Gavin.
"Udah! Gue balik." Pamitnya, Gavin mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah muda di atas meja, lalu pergi meninggalkan Mila dan Richard yang semakin bingung.
Di dalam mobil Gavin semakin uring-uringan, semakin penasaran dengan wanita yang ditepisnya. Gavin sudah menunggu beberapa hari untuk bertemu dengan wanita itu, tapi, sampai sekarang wanita itu tidak pernah muncul.