Medan adalah kota pertama yang menjadi tempat mini konser Saskia. Pagi itu pukul sembilan lewat dua puluh lima menit mereka tiba di Bandara Kualanamu. Suasana bandara cukup lengang. Setibanya disana, mereka disapa beberapa orang yang merupakan penggemar ketiganya. Saskia melambaikan tangan sembari melempar senyum pada orang-orang yang berdiri berkelompok memanggil namanya. Sayangnya Saskia, Devan, dan Rony tidak bisa menghampiri mereka karena aturan dari management yang menauingi mereka bertiga.
"Sampai ketemu nanti malam," seru Devan sambil melambaikan tangannya.
Para penggemar yang rata-rata perempuan itu berteriak. Sembari melambaikan tangan pada ketiga idola mereka yang telah memasuki mobil jemputan.
"Gak nyangka bisa balik ke sini lagi," gumam Rony di dalam mobil sembari memandang keluar jendela. Menyaksikan pemandangan kota kelarihannya.
Saskia yang duduk di sebelahnya ikut melihat keluar jendela. Ia tersenyum lebar, ikut senang karena bisa membawa Rony kembali ke kota itu.
Mereka tiba di hotel pukul sepuluh pagi sekitar satu jam setelah pesawat mereka landing. Saskia meraih kunci kamar dari tangan Candra, kemudian memberikannya pada Dinda, menyuruh gadis itu untuk masuk kamarnya terlebih dahulu.
"Sas, istirahat dulu, nanti habis makan siang kita berangkat ke venue," seru Candra sembari mengangkat ranselnya.
Saskia mengangkat jempolnya untuk menanggapi managernya itu, kemudian ia melangkah menghampiri dua laki-laki yang sibuk berbincang di dekat lift.
"Istirahat dulu ya, nanti habis makan siang kita berangkat check sound," ucap Saskia.
"Udah tahu," sahut Devan. Saskia memanyunkan bibirnya mendengar tanggapan Devan itu.
"Kia, makan siang bareng yuk, gue kangen makan soto medan," seru Rony.
"Saskia doang? Gue?" protes Devan ketika merasa keberadaannya tidak dianggap.
"Lo udah gede, bisa makan sendiri," sahut Rony.
"Lah, kalian juga bisa makan sendiri."
"Udah, udah. Makan-makannya nanti aja kalau acaranya udah kelar. Nanti makan siang di hotel aja, ngeri diomelin Bang Candra," Saskia melerai perdebatan tidak penting itu.
Kedua laki-laki itu seketika diam. Mengakhiri perdebatan mereka dan menurut pada Saskia.
****
Mini konser bertajuk The Journy of Triasih itu dimulai pukul tujuh malam. Para penggemar Saskia telah meramaikan Medan International Convention Center yang menjadi venue acara tersebut sejak siang hari bahkan sebelum Saskia tiba di sana untuk rehearsal.
Antusias mereka selalu sama dari tahun ke tahun meski telah memasuki tahun kelima Saskia lulus dari ajang pencarian bakat yang dulu ia ikuti. Terkadang Saskia masih merasa terharu oleh antusias dan pengorbanan penggemarnya. Ia tidak pernah menyangka banyak orang yang menyayanginya meski mereka tidak pernah bertatap muka. Itulah yang membuatnya bangkit jika rasa lelah menghampirinya.
Malam itu dibuka oleh Saskia dengan menyanyikan lagu pertama di albumnya yang ia ciptakan bersama Clarisa Azizah, orang yang dulu pernah menjadi idolanya. Saskia melompat, berlari kecil kesana kemari di atas panggung, berinteraksi dengan anggota band dan para penonton menikmati alunan musik upbeat dari lagunya. Seperti biasa, stage act gadis itu memang tidak pernah gagal.
Malam itu Saskia akan menyanyikan sembilan lagu miliknya yang terdapat dalam album terbarunya yang ia beri nama Triasih itu. Ada satu lagu yang ia ciptakan bersama Devan, menceritakan tentang sebuah persahabatan. Lagu kesukaan Saskia dalam album itu karena ketika mereka menciptakannya, banyak air mata yang tumpah, mengingat perjalanan panjang mereka selama mengejar mimpi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih Ada
FanfictionKembalinya Rony setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar menciptakan kebingungan dalam hati Saskia Rony tiba-tiba menghubunginya lagi. Laki-laki itu juga kembali membuka kenangan yang susah payah Saskia kubur dalam hidupnya. Ketika Rony kembali, a...
