Bagian Empat Puluh Tiga

6.7K 401 7
                                        

Saskia duduk di halaman samping rumahnya, menyaksikan dua orang pria sibuk memasang kamera di beberapa sudut rumahnya. Pandangannya kesana kemari mengikuti langkah pria itu. Sesekali mengajak mereka mengobrol. Sesekali ada tawa yang menyeruak juga. Saskia adalah gadis yang pandai mencairkan suasana. Kalau kata Rony, Saskia itu selalu bisa menebarkan kebahagiaan dimanapun gadis itu berada.

"Mas, hati-hati. Kalau jatuh aku ketawa loh," ucap Saskia pada salah satu pemuda yang tengah berdiri di atas tangga yang dibawanya.

"Jatuh paling ke bawah, mbak," sahut pemuda yang berdiri di bawah bertugas memegang tangga agar tidak oleng.

"Kalau ke atas terbang namanya, mas," sahut Saskia. Kemudian mereka tertawa.

Rony menghampirinya disela tawa mereka. Ia membawa dua kantong berisi makanan ringan dan minuman kemasan, meletakkannya di gazebo kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Saskia. Lelaki itu melemparkan senyuman pada Saskia.

"Tinggal berapa tempat lagi masangnya bang?" tanya Rony.

"Dua tempat lagi mas, di sebelah kolam renang, sama di deket pintu samping di atas. Kalau yang di dalam rumah udah beres," sahut pria yang memegang tangga.

Rony ikut mengamati dua pria tersebut bekerja. Sembari memainkan jari-jari lentik Saskia yang tadi diraihnya.

"Kamu udah makan?" tanya Saskia pada Rony. Sebelum ke rumahnya Rony mengabari Saskia kalau ia sedang melakukan workshop untuk music video single terbarunya.

"Belum," sahut Rony membuat Saskia mendelik.

"Jam berapa ini Rony?"

Rony menanggapi dengan cengiran, kemudian melirik jam tangan di pergelangan tangan Saskia. "Udah jam setengah tiga, pantas saja Saskia ngegas," Rony membatin.

Saskia melangkah memasuki rumah, mencari keberadaan Mbak Wiwit untuk membantunya menyiapkan makanan untuk Rony. Saskia membuka kulkas, mencari bahan makanan yang mungkin bisa ia olah.

"Mbak, aku mau masak buat Rony. Tapi bingung mau masak apa," ucap Saskia ketika Mbak Wiwit datang.

Kemudian ia mengeluarkan semua sayuran di kulkas, mencoba memasak masakan paling mudah. Ia mengeluarkan udang yang sepertinya sudah dibersihkan oleh Mbak Wiwit.

"Biar saya saja mbak," ucap Mbak Wiwit ingin mengambil alih pekerjaan Saskia.

"Gak usah mbak, aku aja gapapa sekali-sekali belajar masak," tolak Saskia. Entah mengapa ia ingin sekali memasak untuk Rony. Ingin lelakinya memakan makanan yang ia buat dengan cinta.

Setengah jam kemudian, tumis kangkung, tahu goreng, dan udang saus tiram tersaji di meja makannya. Masakan itu pernah dibuat Saskia sebelumnya bersama Sivia dan ia masih mengingat proses memasaknya. Untuk urusan dapur Saskia akui ia memang payah, beruntung ia mengenal Sivia dan Nabila yang suka mengajaknya memasak.

"Ron," panggil Saskia pada Rony yang ikut memegang tangga, membantu tukang yang sedang memasang kamera di dekat kolam renang.

"Bentar Ki, kalau aku lepas ini oleng nanti," sahut Rony.

"Habis ini makan ya, udah aku masakin," ucapan Saskia itu membuat Rony terkejut bercampur senang. Seorang Saskia, memasak untuknya? Saking senangnya Rony nyaris melepas pegangannya. Untung ia segera tersadar.

"Ron, hati-hati nanti masnya jatuh," seru Saskia dari belakang Rony.

"Maaf ya mas, saya kesenengan dimasakin pacar," Rony mendongak, berbicara pada pria yang berdiri di atas tangga.

Setelah urusannya memegang tangga selesai, Rony mengikuti langkah Saskia memasuki rumah. Senyumnya terus merekah, tidak sabar rasanya mencicipi masakan gadisnya.

Masih AdaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang