Zidan bersenandung sambil sesekali tersenyum melihat Saskia di atas panggung. Gadis itu selalu terlihat memukau di matanya. Saat Saskia bernyanyi, dunianya seolah tersedot ke arah gadis itu. Dan saat Saskia di dekatnya, senyumnya tidak bisa berhenti merekah. Ia mengidolakan sosok Saskia sejak lama. Sebelum nama gadis itu dikenal karena kompetisi bernyanyi, ia sudah menjadi pengikut Saskia di sosial medianya.
Dulu, ia pernah tanpa sengaja menonton Saskia bernyanyi ketika Zidan sedang menikmati makan malamnya di sebuah cafe di Surabaya. Saskia mengisi live music di cafe itu bersama dua orang temannya. Kemudian ia mencoba mencari tahu identitas Saskia pada temannya yang kebetulan pengelola cafe tersebut. Saat itu ia tidak sempat berkenalan maka ia putuskan untuk mencari gadis itu di sosial media.
Zidan beruntung, karena beberapa tahun kemudian, mereka justru dipertemukan dalam suatu pekerjaan. Saat salah satu lagu Saskia dipilih menjadi soundtrack film yang ia bintangi. Kemudian ia yang menjadi model video clip lagu tersebut.
Zidan mengangkat ponselnya, merekam Saskia yang bernyanyi di atas panggung. Sesekali memotret gadis itu. Senyumnya terus merekah. Ia tidak perduli ratusan mata di dalam mall itu memperhatikannya. Karena seluruh perhatiannya telah tertuju pada gadis berkerudung abu-abu di atas panggung.
Saskia menyelesaikan penampilannya malam itu setelah lagu ketiga selesai. Gadis itu mengucapkan terimakasih kemudian turun dari panggung. Di belakang panggung, Rony telah menunggunya. Saskia memintanya untuk menunggu di belakang panggung agar tidak terjadi kehebohan nantinya.
"Mau makan dulu nggak?" tanya Rony setelah Saskia selesai dengan urusan panggungnya. Juga setelah gadis itu tidak lagi berbincang dengan orang-orang di belakang panggung.
"Boleh," sahut Saskia. Kemudian mereka melangkah memecah kerumunan.
Rony berjalan di belakang Saskia, mengenakan masker dan kacamata hitamnya. Di depan Saskia ada Candra. Mereka juga ditemani oleh pihak keamanan dari acara tersebut. Saskia tersenyum pada orang-orang yang memanggil namanya sambil terus berjalan memecah kerumunan. Dan orang-orang disana nampaknya tidak sadar kalau laki-laki berjaket hitam di belakang Saskia adalah Rony.
Keluar dari kerumunan, mereka naik ke lantai tiga. Candra terlebih dahulu berpamitan. Ia tidak berminat menemani dua sejoli itu.
"Saskia, boleh minta foto nggak?" dua gadis menghampiri mereka. Saskia tersenyum sambil mengangguk.
"Eh, Rony?" ucap gadis yang satunya lagi. Ia menutup mulutnya karena tidak menyangka akan melihat Rony bersama Saskia.
Dua gadis itu berteriak girang. Seperti sebuah jackpot, yang awalnya berniat menghampiri Saskia untuk berfoto, mereka mendapat bonus Rony juga.
"Sini aku fotoin," ucap Rony mengambil ponsel milik salah satu gadis itu.
"Bareng Rony juga, boleh nggak?" tanya salah satu gadis itu ragu-ragu.
"Boleh," sahut Rony. Ia mengangkat ponsel tersebut. Empat orang disana kini terlihat di layarnya. Mereka berempat tersenyum menatap layar ponsel. Posisinya kedua gadis itu berada di tengah-tengah antara Saskia dan Rony.
Kedua gadis itu berjingkrak kegirangan.
"Ini boleh diupload gak?" dengan ragu salah satu gadis itu bertanya.
Saskia dan Rony saling tatap sejenak kemudian tersenyum. Rony bertanya pada Saskia melalui matanya, kemudian Saskia memberi kode mengiyakan dengan anggukan kecilnya.
"Boleh," ucap Rony. Kedua gadis itu semakin kegirangan mendengarnya.
"Thanks, ya. Kalau gitu kita pamit dulu ya, Ron, Sas," kedua gadis itu melambaikan tangan sambil berjalan menjauh. Mereka masih berjingkrak terlalu senang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih Ada
FanfictionKembalinya Rony setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar menciptakan kebingungan dalam hati Saskia Rony tiba-tiba menghubunginya lagi. Laki-laki itu juga kembali membuka kenangan yang susah payah Saskia kubur dalam hidupnya. Ketika Rony kembali, a...
