Bagian Enam Puluh Empat

6.8K 419 25
                                        

Saskia membawa nampan berisi beberapa gelas minuman dingin menuju gazebo rumahnya. Di sana teman-temannya sedang berkumpul. Semalam Anggi mengabarinya kalau perempuan itu sedang berada di Jakarta. Anggi adalah teman seperjuangannya dahulu, yang sekarang tinggal di Singapura bersama suaminya.

Mendapat kabar Anggi di Jakarta, Saskia segera menghubungi teman-temannya. Mengajak berkumpul di rumahnya. Melepas rindu.

"Kalau dipernatiin lama-lama kamu mirip ya sama Kak Rony," ucap Anggi saat melihat foto prewedding Saskia dan Rony di laptop Saskia.

"Udah dari dulu miripnya. Makanya netizen suka jodohin," sahut Sivia.

"Gimana kalau foto ini ke-spill, ya? Bisa kejang-kejang fans kalian." Anggi terkekeh. Membayangkan jika satu foto itu saja tersebar di dunia maya, sudah dipastikan penggemar Saskia dan Rony menjadi gempar.

"Kasi lah, Kak Sas. Biar mereka gak repot edit-edit lagi," ucap Starla.

"Nggak lah. Nanti aja kalau udah nikah."

"Rony kemana Sas?"

"Lagi sama Devan dia Kak Vi, katanya ke ulang tahun temennya." Kali ini Aisha yang menyahut.

"Siapa? Kok kalian gak diajak?"

"Itu Vi, si Raynald Prasetya. Kita males aja ikut. Ya kan Sha?"

"Iya, lagian pasti lebih banyak cowok-cowok. Males lah ikut acara gituan," sahut Aisha.

"Raynald Prasetya yang drummer itu Kak?" Tanya Starla, matanya berbinar karena ia memang mengidolakan sosok yang disebut Saskia.

"Ya, Star. Kenapa lo ngefans juga? Keknya semua orang lo idolain deh," gerutu Saskia yang membuat semua orang disana terkekeh kecuali Starla.

"Aku beneran gak nyangka deh kamu bakal sama Rony, Sas. Padahal dulu kerjaannya cuma gelud," ucap Anggi setelah menyeruput minumannya.

"Bener Kak Anggi, aku juga gak nyangka. Mereka dulu kan gak pernah akur, ya. Sekarang malah mau nikah," Starla menimpali.

"Ya, namanya juga takdir," sahut Saskia.

"Kalau aku udah tahu dari dulu sih kalau mereka bakal jadi." Sivia meraih satu gelas di hadapan mereka. "Manis," komentarnya setelah menyesap minumanya.

"Tatapan si Rony itu gak bisa bohong, meskipun gelud tiap saat, tapi cara dia natap Saskia itu beda. Si Saskia juga meskipun diisengin sama Rony terus, kalau orangnya gak ada dia kelimpungan sendiri," sambung Sivia. Ia memang yang paling peka diantara semuanya.

Tak lama kemudian Noah dan Haikal datang. Noah memeluk Saskia sembari tertawa meledek. Mengingat ucapan Saskia dahulu ketika mereka masih berkompetisi.

"Kalau di dunia ini laki-laki cuma nyisa satu, Rony doang, gue lebih milih jomblo seumur hidup," ucap Noah mengulang ucapan Saskia beberapa tahun lalu.

Saskia tertawa mendengarnya. Ia lupa pernah mengucapkan kalimat itu. Namun Noah masih mengingatnya.

"Kemakan omongan sendiri kan lo? Laki-laki masih banyak, kenapa milih nikah sama Rony? Gue kira lo bakal milih jomblo seumur hidup daripada nikah sama Rony." Noah terbahak. Puas sekali rasanya meledek Saskia. Sementara Saskia mendaratkan pukulan di lenganya.

Kemudian mereka melanjutkan obrolan. Saling menanyakan kabar masing-masing, bercerita tentang hari-hari yang mereka lalui ketika tidak bertemu, juga membahas banyak hal-hal random yang mampu mengundang tawa.

Ponsel Sivia berdering. Ia melirik jam tangannya, sudah tengah malam ternyata. Pantas saja suaminya menelepon. Ada rasa bersalah di dadanya karena keasyikan dengan teman-temannya hingga lupa waktu.

Masih AdaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang