Saskia mendudukkan dirinya pada sofa kecil di sudut kamarnya. Ia memeriksa notifikasi ponselnya. Menanti kabar dari seseorang yang sedaritadi belum juga mengabarinya hingga ia gemas sendiri. Saskia menarik nafas kemudian mengambil inisiatif untuk menghubungi orang tersebut lebih dahulu.
Saskia : Belum sampai apart?
Tidak butuh waktu lama untuk mendapat balasan dari pesan yang ia kirim.
Rony : Udah dari tadi. Ini juga udah kelar mandi.
Saskia : Kok gak ngabarin?
Rony : Kan lo lagi sama Zidan.
Rony : Nungguin banget kabar gue?
Saskia : Dih! Nggak ya
Rony : Boleh telpon nggak?
Saskia : Boleh
Sedetik kemudian ponsel Saskia berdering. Memperlihatkan gambar Rony di layarnya. Saskia menyentuh tombo merah di layar ponselnya. Menolak panggilan video tersebut.
Saskia : Jangan video call, gue gak pake hijab
Rony : Tinggal pakai apa susahnya.
Saskia : Males
Rony : Yaudah iya, jangan diriject lagi
Kemudian ponsel Saskia berdering lagi. Ia menarik nafas sejenak kemudian menjawab panggilan telepon tersebut.
"Zidan udah pulang?"
"Langsung nanyain Zidan. Ngefans lo?" Saskia terkekeh mengingat pertanyaannya.
"Najis!" seru Rony di seberang sana. Saskia kembali terbahak mendengarnya.
"Ngomongin apa dia harus berdua banget?"
"Kok lo kepo sih?"
"Kia, tolong lah gak tenang hidup gue ini."
"Lebay lo," seru Saskia. Ia terkekeh mendengar hembusan nafas berat milik Rony. "Tadi dia nembak gue," ucap Saskia.
"Ki? Lo serius? Terus lo gimana?"
Saskia kembali terkekeh mendengar kepanikan di suara Rony. Ternyata begini rasanya membuat laki-laki itu ketar-ketir.
"Gak gimana-gimana. Emang harusnya gimana?"
"Ck," Rony berdecak. Saskia membuatnya tidak tenang.
"Lo gak terima dia kan?"
"Kepo lo. Mending istirahat deh Ron. Udah malem, gue yakin lo juga kurang tidur dari semalem."
"Jawab dulu," seru Rony membuat Saskia gemas mendengar suara laki-laki itu yang terdengar sangat clingy di telinganya.
"Gue tolak."
"Anak pinter, anak cantik. Yaudah sekarang tidur ya, udah malem."
"Dih, apaan sih."
"Selamat istirahat Ki. Jangan lupa kabarin kalau lo udah mulai sayang gue," Rony mematikan sambungan teleponnya sebelum Saskia membuka suara. Gadis itu berdecak kemudian tersenyum simpul.
Terimakasih Rony, sepanjang hari ini kamu berhasil membuat Saskia bahagia.
****
Ketukan brutal pada pintu apartment-nya membuat Devan berdecak. Ia menyambar kaos yang tergeletak di sandaran kursi kamarnya kemudian melangkah sembari memakai kaos tersebut dengan emosi yang telah sampai ke ubun-ubun. Ia tahu siapa pelakunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih Ada
FanfictionKembalinya Rony setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar menciptakan kebingungan dalam hati Saskia Rony tiba-tiba menghubunginya lagi. Laki-laki itu juga kembali membuka kenangan yang susah payah Saskia kubur dalam hidupnya. Ketika Rony kembali, a...
