Bagian Dua Puluh Enam

6.7K 379 5
                                        

Pukul tiga sore ketika pekerjaan Saskia berakhir dan mereka telah berada di dalam mobil Rony. Rony memperhatikan Saskia yang tengah sibuk memasang seat belt-nya. Rasa gemasnya menyeruak ketika gadis itu mengoceh sendiri karena dia tidak menemukan pengaitnya.

"Mau dibantu nggak?" tanya Rony dengan nada sedikit meledek.

"Gak usah," sahut Saskia ketus.

Mobil Rony melaju memecah jalanan yang lumaian padat sore itu. Suara milik Aerosmith menemani perjalanan mereka. Saskia memandang keluar jendela sembari bersenandung sementara Rony sibuk menyetir dengan senyuman yang tidak pernah pudar.

"Sal, are you ready for next surprise?" tanya Rony yang membuat Saskia menoleh.

"Apa Ron?"

Rony tidak menjawab, ia hanya tersenyum penuh arti yang membuat Saskia menaikkan satu alisnya. Kebingungan.

"APA RONY?" Saskia meninggikan suaranya ketika rasa penasarannya hanya dijawab senyuman oleh laki-lai itu.

"Surprise-nya ada di rumah mama," ucap Rony. Gadis di sebelahnya melotot mendengar ucapannya.

"Maksudnya di rumah mama? Mama lo? Mama Rony? Berarti ke rumah keluarga lo?" tanya Saskia penuh penekanan. Berharap Rony tidak serius dengan ucapannya. Bagaimana bisa laki-laki itu berencana membawa Saskia kerumah keluarganya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Iya, Kia," sahut Rony lembut.

"Kepana gak bilang sebelumnya? Gak, gak mau gue. Kita pulang aja," Saskia menolak. Entah mengapa ia takut bertemu keluarga Rony.

"Jangan gitu, dong. Mama udah masak buat lo."

Saskia menghembuskan nafas pasrah. Seharusnya Rony memberitahunya lebih awal, sehingga ia bisa mempersiapkan diri. Setidaknya membawa sesuatu untuk orang tua Rony yang telah lama tidak ia temui.

"Tapi Ron, gue ngerasa penampilan gue gak sopan kalau ketemu orang tua lo pakai baju gini," ucap Saskia melihat penampilannya yang seperti preman itu.

"Yaampun Ki, gak usah panik. Kaya mau ketemu calon mertua aja. Eh, atau lo beneran mau papa mama gue jadi mertu lo?"

"Bisa diem nggak?"

Rony terbahak melihat wajah cemberut Saskia. Bibirnya mengerucut sempurna dengan pipi yang mengembung. Sangat menggemaskan.

****

Mobil yang Rony kendarai berhenti di sebuah rumah dengan halaman yang luas. Dada Saskia berdegup kencang ketika menatap bangunan itu. Dulu ia pernah beberapa kali mengunjungi rumah itu. Sekarang ia kembali dan entah bagaimana sambutan orang-orang di dalamnya. Masihkah sehangat dulu?

"Ayo masuk," ajak Rony ketika melihat Saskia mematung di sebelah mobilnya.

Saskia mengangguk kemudian mengikuti langkah Rony. Memasuki rumah keluarga Rony membuat dada Saskia berdegup. Suhu ruangan itu terasa menurun drastis untuknya. Tubuhnya menggigil, telapak tanganya mendadak menjadi dingin. Ada apa dengan Saskia?

"Kak Kia," sapa Vina kemudian menghambur ke pelukan Saskia. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Vina hanya mengikuti perjalanan Saskia lewat televisi dan media sosial. Tidak pernah bertemu Saskia lagi sejak kakaknya pergi.

"Apa kabar Vin?" tanya Saskia sembari mengelus punggung Vina.

"Baik kak, ayo masuk," seru Vina menarik tangan Saskia, mengajaknya masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Rony yang berjalan di belakangnya.

"Selamat ulang tahun ya Kak Kia," ucap Vina masih menggandeng tangan Saskia.

Hati Saskia menghangat melihat seluruh anggota keluarga Rony berkumpul di sana. Menyambutnya dengan hangat. Saskia bersalaman dengan kedua orang tua Rony, kemudian memeluk mama Rony. Pandangannya beralih pada anak laki-laki di sebelah Rey.

Masih AdaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang