Hi, Ini Saskia (Special Chapter)

9.1K 392 37
                                        

Halo semua, apa kabar kalian? Kenalin aku Saskia Samira, udah pada kenal kan kalian? Aduh, aku sok asik banget ya? Maaf deh.

Aku mau cerita dikit. Update keseharianku jadi istrinya Rony sebagai obat rindu kalian sama cerita kami. Ada yang rindu nggak?

Hari ini tepat minggu ketiga aku jadi istrinya Rony. Gak nyangka banget sih, kami bisa ada di tahap ini. Aku pun masih suka kaget saat bangun pagi ada orang di sampingku. Mungkin masih belum terbiasa.

Tiga hari yang lalu, kami baru aja pulang dari Bali. Si Anggis ngasi kita voucher honeymoon di villa milik keluarganya. Katanya boleh pakai sepuasnya, tapi belum puas kita udah harus balik karena kerjaan. We will be back, for sure.

Rony dimana Kia? Pasti kalian mau tanya itu kan? Rony ada, masih tidur. Lelap banget tidurnya jadi aku gak tega bangunin padahal ini udah jam sepuluh. Dia kecapean. Harusnya aku gak perlu jelasin dong ya apa yang bikin dia kecapean? Gak usah lah ya, pasti kalian udah tahu.

Kalian tahu nggak, semalem kita abis dari AMI awards. Albumku dan albumnya Rony masuk nominasi album pop terbaik. Berasa bersaing sama suami sendiri ya, wak. Meskipun tetap Triasih yang menang, tapi Memilih Bahagia juga hebat. I am proud of him, karena masuk nominasinya aja itu gak gampang.

Tapi suamiku juga bawa pulang piala, loh. Dia menang di kategori Artis Solo Pria Terbaik untuk lagu Terpaksa Menjauh yang katanya dia ciptain buat aku. Hebat ya dia. Mau tahu nggak speech-nya pas menang kek gimana?

Dia bilang gini, "Alhamdulillah, terimakasih kepada Tuhan karena telah menganugrahkan saya seorang istri yang luar biasa. Berkat dirinya akhirnya saya bisa mendapatkan award pertama saya. Terima kasih sayang, dan terima kasih juga untuk yang selalu mendukung dan mendoakan saya."

Aneh kan? Padahal aku gak ngapa-ngapain. Dia malah bilang karena aku dia bisa dapetin award pertamanya. Emang suka lebay dia, tapi aku malah salting sendiri dibuatnya. Bercampur malu juga sih, bisa-bisanya si Rony ngomong gitu di depan ribuan orang, ditonton seluruh Indonesia pula.

Kami memutuskan tinggal di apart Rony. Awalnya dia bilang mau nyari apart yang lebih besar agar aku nyaman, tapi aku tolak. Ternyata lebih menyenangkan hidup berdua di tempat yang tidak terlalu besar. Alah Saskia, itu cuma alasanmu saja kan? Bilang aja kalau tempatnya kecil, beresinnya lebih gampang. Dasar males.

Beruntungnya Rony mengizinkanku membawa Simba dan Elsa, jadi aku gak harus kehilangan mereka. Meski Rony bilang sebel banget sama Elsa karena pemberian dari mantan rivalnya. Heran kan? Kucing aja disebelin.

Kalian tahu nggak aku lagi ngapain? Aku abis nyiapin makan buat Rony. Tadi aku masak nasi goreng dibantu YouTube. Aku udah cicip sih, dan rasanya aman, gak enak-enak banget tapi ya not bad, lah. Semoga suamiku gak keracunan deh.

Saat ini aku lagi duduk di atas tempat tidur, merhatiin wajah Rony yang lagi terlelap. Dia ganteng banget ternyata. Mukanya putih bersih, meski brewoknya udah mulai tumbuh tipis-tipis. Rambutnya juga mulai gondrong sekarang. Rony itu tipe orang yang rambutnya cepet panjang, padahal setahuku dia habis potong rambut beberapa hari sebelum pernikahan kami, tapi sekarang udah gondrong lagi. Rony menggeliat saat aku elus rambutnya. Rambut dia itu lembut banget, aku aja kalah.

Dia bangun, matanya mengerjap lucu kemudian senyum. Aku pun membalas senyumnya. Setelah nikah aku baru sadar kalau suamiku setampan itu. Pantas saja fangirl-nya membeludak.

"Selamat pagi istriku," sapanya kemudian menarik tubuhku hingga aku berbaring di tempat tidur kemudian memelukku.

"Udah siang sayang," jawabku sambil berusaha menghirup udara sedalam mungkin. Engap tahu dipeluk erat gini. Eh, tapi kalian jangan iri ya. Hehehe. Sombong amat Saskia.

Masih AdaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang